Diberdayakan oleh Blogger.

Panglima TNI Sambut Hangat Pangab Thailand

http://www.rmol.co/images/berita/normal/58031_07265523082013_tni_panglima_dan_pangab_thailand.jpg

Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, didampingi KSAD, KSAU, WaKSAL, para Asisten Panglima TNI, Kapuspen TNI dan Staf Khusus Panglima TNI, menerima kedatangan Panglima Angkatan Bersenjata (Pangab) Thailand, General Tanasak Patimapragon, di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Jumat (23/8).

"Kunjungan Pangab Thailand dalam rangka meningkatkan kerjasama antara Indonesia dan Thailand," jelas Kadispenum Puspen TNI, Kolonel (Cpl) Minulyo Suprapto, kepada Rakyat Merdeka Online.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyerahkan brevet Tri Media dan Cavalry Wing of the Marine Corps kepada Pangab Thailand, serta menyerahkan brevet Cavalry Wing of the Marine Corps kepada Admiral Yuttana P, General Worapong S, General Surapong S, Lieutenant General Tarnchaiyan S, dan Lieutenant General Bundit.

Selanjutnya Pangab Thailand menyerahkan brevet The Royal Thai Army Honorary Parachutist Badge kepada Kasum TNI Marsdya TNI Boy Syahril Qamar, Aster Panglima TNI Mayjen TNI S. Widjonarko, Dankormar Mayjen TNI (Mar) A. Faridz W.
Read more »
Posted by 13.05

Militer Mesir Sweeping Apartemen Mahasiswa Indonesia

http://www.berdikarionline.com/wp-content/uploads/2013/07/Militer.jpg-396x290.jpg

Panasnya situasi politik di Mesir berimbas ke Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini tinggal disana. Paling tidak hal itu dirasakan sejumlah mahasiswa Indonesia Selasa 22/8 kemarin.

Menurut informasi yang diterima Redaksi MuslimDaily, dari apartemen yang dijadikan Rumah Rakyat Keluarga Masyarakat Jawa Timur (Gamajatim), pada Selasa pagi setelah Subuh didatangi sejumlah pasukan Militer Mesir berjumlah lima sampai enam orang.

Tentara Mesir masuk ke apartemen ditemani penjaga gerbang dengan posisi siaga sambil membawa pistol genggam. Tentara kemudian memeriksa semua ruangan yang ada di Gamajatim, namun tidak sampai memeriksa buku, dokumen, isi komputer atau laptop. Setelah memastikan tidak ada yang dicurigai, tentara langsung keluar rumah. Peristiwa itu berlangsung selama sekitar beberapa menit saja.

Tidak hanya memeriksa apartemen WNI, tentara Mesir juga memeriksa rumah-rumah lain di samping apartemen. Atas pemeriksaan yang semakin ketat tersebut, WNI di Mesir berusaha saling mengingatkan dan menghimbau agar selalu waspada, selalu mengunci gerbang apartemen, agar tidak membukakan pintu untuk orang tidak dikenal, dan jangan tertipu petugas gadungan.

Sementara jika tiba-tiba dilakukan pemeriksaan mendadak (sweeping) dari militer, diharap tidak panik agar tidak menimbulkan kecurigaan. Selain itu agar tidak mengajak kawan Warga Negara Mesir menginap di apartemen WNI. Segera urus dokumen atau paspor yang sudah habis masa berlakunya. Dan terakhir agar tetap patuhi jam malam yang diterapkan militer.

Meski militer Mesir sudah mulai memeriksa tempat tinggal para WNI, namun upaya evakuasi belum begitu mendesak dilakukan, paling tidak itu yang dirasakan sejumlah mahasiswa.
Read more »
Posted by 07.11

Menhan AS Akan Datang ke Indonesia Bahas Terorisme dan Alutsista

http://gdb.voanews.com/0D19430B-FCE2-46A1-8F59-75C998F241B4_w640_r1_s_cx0_cy7_cw0.jpg

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Chuck Hagel, rencananya akan mengunjungi dan bertemu Menhan RI Purnomo Yusgiantoro pada 26 Agustus mendatang. Pertemuan tersebut akan membahas masalah pertahanan dan masalah terorisme. Berdasarkan siaran pers dari Kementerian Pertahanan yang diterima detikcom, Jumat (23/8/2013), pertemuan kedua menteri tersebut akan dilaksanakan di Kantor Kementerian Pertahanan RI. Beberapa isu yang akan dibahas bersama antara lain:
  1. Pertukaran pandangan kedua Menteri Pertahanan terhadap isu-isu keamanan global dan regional.
  2. Rencana penyelenggaraan CTX (Counter Terorism Exercise) 2013, dimana kedua negara menjadi Co-Host bagi 18 negara peserta.
  3. Pembelian Alutsista TNI dalam rangka memenuhi MEF.
  4. Pengembangan kapasitas personel kedua negara khususnya dalam bidang teknis kemiliteran maupun keamanan nasional pada umumnya.

Dari sisi historis, kerjasama pertahanan antara Indonesia dengan Amerika Serikat sudah berlangsung sejak tahun 1950-an. Kerjasama tersebut mengalami pasang surut mengikuti dinamika lingkungan strategis yang berlaku pada tataran global. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, kerjasama tersebut berada dalam masa-masa terbaik di mana kedua negara menjalin kerjasama berdasarkan prinsip "Mutual Respect" dan "Mutual Benefit".

Kedekatan hubungan kedua negara di bidang pertahanan dapat dilihat dari pembelian peralatan utama sistem senjata TNI kepada para produsen di Amerika Serikat. Selain itu, intensitas pertukaran personel diantara kedua negara juga meningkat secara signifikan.

Pertukaran personel dilakukan pada tingkatan operasional antara lain meliputi, pertukaran siswa, latihan bersama maupun kegiatan pertukaran tenaga ahli bidang� bidang teknis kemiliteran. Pertukaran personel pada tingkat tinggi ditandai dengan kunjungan pejabat tinggi di tingkat Kementerian Pertahanan, Markas Besar Gabungan maupun Markas Besar Angkatan.
Read more »
Posted by 03.48

Selain Helikopter Apache TNI AD Juga Tertarik Helikopter Chinook

http://richard-seaman.com/Wallpaper/Aircraft/Helicopters/American/MidlandChinook_1.jpg

Belum lama ini, delegasi pejabat tinggi Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan perwira tinggi TNI AD, mengunjungi fasilitas rotocraft Boeing di Mesa, Arizona, Amerika Serikat (AS). Kunjungan ini terutama untuk melihat produksi dan kemampuan model baru helikopter tempur Apache AH-64E.

Sebagaimana disampaikan melalui rilis hari ini, Kamis (22/8), dalam kesempatan itu, beberapa anggota rombongan menerbangkan langsung versi terbaru helikopter Apache yang diproduksi di fasilitas itu. Termasuk di antaranya KSAD Jenderal Moeldoko, Sekjen Kemhan Letnan Jenderal Budiman, serta beberapa anggota rombongan lain, yang total berjumlah sekitar 14 perwira TNI AD.

Diketahui, Indonesia sendiri telah menyampaikan minat untuk membeli sedikitnya 8 helikopter Apache AH-64E dari militer AS, melalui perjanjian Penjualan Militer Luar Negeri. Pemerintah Indonesia bahkan telah mengirimkan Surat Permohonan untuk Surat Penerimaan, serta telah mendapatkan izin dari Pemerintah AS untuk membeli helikopter AH-64E tersebut.

"Helikopter Apache diharapkan menjadi bagian penting dari upaya berkelanjutan Indonesia untuk meningkatkan kemampuan strategi pertahanannya," kata Dave Brostrom, Manajer Pengembangan Bisnis Boeing. "Boeing merasa terhormat dianggap sebagai bagian dari upaya modernisasi pertahanan Indonesia," sambungnya.

Delegasi RI sendiri disambut oleh pimpinan senior Boeing Apache, termasuk Dave Koopersmith (Wakil Presiden untuk Program Helikopter Serang), Dave Palm (Direktur Pengembangan Bisnis untuk Vertical Lift), serta Mike Burke (Direktur Pengembangan Bisnis untuk Helikopter Serang). Oleh mereka, rombongan di antara berkeliling di tempat produksi Apache itu dan bertemu dengan sejumlah pejabat program AD AS.

Selain Apache, Brostrom sendiri mengaku mencatat bahwa Indonesia juga telah menyatakan minat atas helikopter Chinook CH-47F, yang diproduksi di Ridley Township, Pennsylvania. Akan halnya realisasi pembelian Apache, disebutkan bahwa kerangka waktu untuk keputusan mengenai permohonan itu belum diumumkan.

Sebagai salah satu unit dari The Boeing Company, Boeing Defense, Space & Security adalah satu dari perusahaan pertahanan, ruang angkasa dan keamanan dunia terbesar. Berkantor pusat di St Louis, perusahaan ini terakhir tercatat bernilai US$33 miliar, dengan mempekerjakan sebanyak 59.000 karyawan di seluruh dunia.
Read more »
Posted by 03.46

Kisah NKRI yang Dipecundangi F18 Hornet Amerika di Tahun 2003

http://bpn16.files.wordpress.com/2010/09/f18-1.jpg

Insiden Bawean adalah duel udara pesawat tempur F-16 TNI-AU dengan pewat tempur F/A 18 Hornet milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) yang menerobos masuk wilayah Indonesia di atas kepulauan Bawean, Dan saat itu Indonesia masih belum memiliki pesawat tempur Sukhoi. Mulanya orang nyangka ini hanya sekadar latihan militer atau simulasi perang-perangan. Ternyata ini kisah nyata.

Tepatnya pada 3 Juli 2003, kawasan udara di atas Pulau Bawean sontak memanas ketika lima pesawat asing yang kemudian diketahui sebagai pesawat F/A 18 Hornet terdeteksi radar TNI AU. Dari pantauan radar, kelima Hornet terbang cukup lama, lebih dari satu jam dengan manuver sedang latihan tempur. Untuk semenntara Kosek II Hanudnas (Komando Sektor II Pertahanan Udara Nasional) dan Popunas (Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional) belum melakukan tindakan identifikasi dengan cara mengirimkan pesawat tempur karena kelima Hornet kemudian menghilang dari layar radar.

Sekitar dua jam kemudian, Radar Kosek II kembali menangkap manuver Hornet. Karena itu panglima Konanudnas menurunkan perintah untuk segera melakukan identifikasi. Apalagi manuver sejumlah Hornet itu sudah mengganggu penerbangan komersial yang akan menuju ke Surabaya dan Bali serta sama sekali tak ada komunikasi dengan ATC terdekat. Lalu, dua pesawat tempur buru sergap F-16 TNI-AU yang masing-masing diawaki Kapten Pnb. Ian Fuadi/Kapten Fajar Adrianto dan Kapten Pnb. Tony Heryanto/Kapten Pnb. Satro Utomosegera disiapkan.

Menjelang petang, Falcon Fligh F-16 melesat ke udara dan tak lama kemudian kehadiran mereka langsung disambut dua pesawat Hornet. Radar Falcon Fligh segera menangkap kehadiran dua Hornet yang terbang cepat dalam posisi siap tempur. Perang radar atau jamming antara kedua pihak pun berlangsung seru. Yang lebih menegangkan pada saat yang sama, F-16 yang berada pada posisi pertama telah dikunci, lock on oleh radar dan rudal Hornet. F-16 kedua yang terbang dalam posisi supporting Fighter juga dikejar oleh Hornet lainnya. Namun posisi F-16 kedua lebih menguntungkan. Jika memang harus terjadi dog fight ia bisa melancarkan bantuan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpH5x96sbUtYdIw_XhQdeVq4Haoza96Sd9en8BCwddWOcgRXuowrCLPFqE30s6waYO1maD-bvNzqFlo-8ikg-JJPUqg0o6-BETkBW-UX84wb1tmvoE97Yf7-LT0xtbdctAQKp6GeOmZiqt/s400/052-159-11.JPG

Untuk menghindari sergapan rudal lawan seandainya memang benar-banar diluncurkan, F-16 pertama lalu melakukan manuver menghindar, yakni hard break berbelok tajam hampir 90 derajat ke arah kanan dan kiri serta melakukan gerakan zig-zag. Manuver tempur itu dilakukan secara bergantian baik oleh F-16 maupun Hornet yang terus ketat menempel. Melihat keadaan yang semakin memanas, F-16 kedua lalu mengambil inisiatif menggoyang sayap (rocking wing) sebagai tanda bahwa kedua pesawat F-16 TNI-AU tidak mempunyai maksud mengancam.

Sekitar satu menit kemudian, kedua F-16 berhasil berkomunikasi dengan kedua Hornet yang mencegat mereka. Dari komunikasi singkat itu akhirnya diketahui bahwa mereka mengklaim sedang terbang di wilayah perairan internasional. "We are F-18 Hornets from US Navy Fleet, our position on International Water, stay away from our warship". F-16 pertama lalu menjelaskan bahwa mereka sedang melaksanakan patroli dan bertugas mengidentifikasi visual serta memberi tahu bahwa posisi F-18 berada di wilayah Indonesia. Mereka juga diminta mengontak ke ATC setempat, karena ATC terdekat Bali Control belum mengetahui status mereka.

Usai kontak Hornet AS itu terbang menjauh sedang kedua F-16 TNI-AU return to base, kembali ke pangkalannya Lanud Iswahjudi Madiun. Selain berhasil bertemu dengan Hornet, kedua F-16 TNI-AU juga melihat sebuah kapal perang Frigat yang sedang berlayar ke arah timur. Setelah kedua F-16 mendarat selamat di pangkalan TNI-AU menerima laporan dari MCC Rai (ATC Bali) bahwa fligh Hornet merupakan bagian dari armada US Navy. Namun yang paling penting dan merupakan tolak ukur suksesnya tugas F-16, Hornet AL AS itu baru saja mengontak MCC RAI dan melaporkan kegiatannya.

Keesokan harinya TNI-AU terus mengadakan pemantauan terhadap konvoi armada laut AS itu dengan mengirimkan pesawat intai B737. Hasil pengintaian dan pemotretan menunjukkan bahwa armada laut AS yang terdiri dari kapal induk USS Carl Vinson, dua frigat dan satu destroyer sedang berlayar diantara Pulau Madura dan Kangean menuju Selat Lombok. Selama operasi pengintaian itu pesawat surveillance B737 terus dibanyangi dua F/A 18 Hornet AL AS. Bahan-bahan yang didapat dari misi itu kemudian dipakai oleh pemerintah untuk melancarkan "keberatan" secara diplomatik terhadap pemerintah AS.yang lebih mengkhawatirkan saat ini pemerintah akan membeli F-16 dari AS,

Sebagai produksi buatan Amerika, Amerika praktis telah mengetahui kelemahan-kelemahannya yang paling utama dari produk-produk militernya yang dijual ke negara-negar lain. Tak terkecuali pesawat jet tempur F-16 TNI AU.
Read more »
Posted by 03.40

DPR Dukung Indonesia Pengadaan Satelit Untuk Pertahanan Negara

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTuno8sumqcdOVM7FMgH4f6yyu3lWE3dA3AL2d59TQSzrM6t5fokw


Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar (F-PG) Agus Gumiwang Kartasasmita mendukung rencana pengadaan satelit untuk keperluan militer. Selama ini, satelit yang digunakan untuk kebutuhan pertahanan negara, masih menyewa, sehingga rentan dari segi keamanan dan rawan pencurian data oleh pihak lain.

"Kami akan mendukung pengadaan satelit untuk militer itu, guna mengakhiri ketergantungan dari pihak lain. Karena selama ini satelit untuk sistem pengamanan negara masih sewa," ujar Agus Gumiwang Kartasasmita kepada JurnalParlemen, Kamis (22/8).

Agus pun berharap, pengadaan satelit untuk kepentingan militer itu menggunakan buatan dalam negeri sendiri. Sebab, jika ditinjau dari keamanannya, akan lebih aman daripada membeli satelit dari negara lain.

"Kami dengar putra-putri dalam negeri sudah mampu membuat satelit sendiri, yang kualitas dan speknya tidak kalah dengan satelit buatan negara lain. Karena itu, kami akan mendukung pengadaan satelit untuk militer itu, jika menggunakan bauatan dalam negeri sendiri. Karena dari segi keamanannya juga terjamin."

Agus pun optimistis rencana pengadaan dan pembelian satelit untuk militer itu dapat segera terwujud, seiring dengan anggaran Kementerian Pertahanan pada RAPBN  2014, yang mencapai lebih dari 83 triliun, di luar dana tambahan dan dana on top. "Saya kira soal anggaran tidak masalah. Dapat menggunakan anggaran di RAPBN 2014, di luar anggaran rutin yang bersifat operasional. Karena kita juga dukung adanya penambahan anggaran di luar pagu yang ada," katanya.
Read more »
Posted by 02.40

KASAD Resmikan Tiga Batalyon Raider Baru

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOmGZ_rikiO7MGveHHda_Cs7MGBHlfySYU-dbbU5n-wKXYELpEaobG1eB2_BzhXDXZyKv0CbGFYLyWwrbdN8zCLzE0zUiDokYrO8Exvxw2hx3im_933BKvmxPyf_JZm0lwe01geU3bodY/s400/moeldoko1_22082013132830.jpg

Kepala Staf TNI AD (Kasad) Jenderal TNI Moeldoko meresmikan tiga batalyon raider bari di lingkungan TNI AD yang dilaksanakan di kompleks Lapangan Tembak Gunung Bohong, Kota Cimahi, Kamis. Tiga batalyon raider baru itu adalah Batalyon 111 Kodam Iskandar Muda sebelumnya Yon 111/Karma Bhakti, Batalyon 411 Kostrad sebelumnya Yon 411 Beruang Hitam dan Batalyon 641 Kodam XII Tanjungpura sebelumnya Batalyon 641 Pendawa.

Hadir pada acara tersebut Komandan Kodiklat TNI AD, Pangkostrad, Pangdam III Siliwangi, Danjen Kopassus, sejumlah pangdam, Kapolda Jabar serta sejumlah direktur di jajaran TNI AD. Sebelum meresmikan batalyon raider, Kasad menerima penyematan brefet Penerbang Angkatan Darat (Penerbad) di Lapangan Brigif 15 Kujang II Siliwangi. Penyematan brefet Penerbad disematkan oleh Komandan Pusat Penerbad Brigjen TNI Apipudin.

Peresmian batalyon raider baru itu ditandai dengan pembukaan selubung panji kesatuan ketiga batalyon yang baru serta penutupan selubung panji batalyon lama. Pada kesempatan itu, Kasad juga meresmikan pelatihan raider yang akan dipusatkan di sejumlah titik di wilayah Bandung Raya. Pelatihan akan dilakukan selama tiga bulan di Bandung dengan instruktur dari Korps Pasukan Khusus. Khusus untuk Batalyon Raider 111 Iskandar Muda akan tetap berada dan menjalani latihan di Aceh dengan mendatangkan instruktur dari Kopassus. "Pembentukan batalyon raider yang baru hari ini bukan yang terakhir, ke depan akan dibentuk batalyon raider baru lainnya, sehingga satuan-satuan yang ada agar mempersiapkan diri," katanya.

Ia menegaskan, latihan raider ini bukan peragaan untuk keindahan peragaan, tapi membentuk prajurit yang tangguh dalam bertempur. Berlatih keras dan keras, menantang dan realistis sesuai metode, manajemen, skenario dan rencana operasional. Ia menyebutkan, pelatihan yang terus digelar untuk menghadirkan semangat, profesionalisme, handal dan tangguh. Kasad menyebutkan, batalyon raider merupakan pasukan pemukul dengan tugas pokok melaksanakan operasi khusus antara lain penanggulangan teror, pertempuran berlarut dengan keterampilan operasi raider, mobilitas udara dan pertempuran jarak dekat.

Pasukan raider juga merupakan satuan yang memiliki karakter operasi cepat, bergerak rahasia dan kena dengan bekal taktik bertempur dalam kelompok besar maupun kelompok kecil. "Dengan kemampuan raider, pasukan ini diharapkan bisa menjawab tantangan dan kebutuhan di lapangan dalam menjaga kesatuan NKRI," kata Kasad menambahkan. Peresmian batalyon baru itu diisi dengan pementasan aktraksi keterampilan prajurit yakni bela diri militer Merpati Putih, terjun payung serta peragaan taktik tempur maupun pasukan helikopeter yang menurunkan dua unit Bell 2015, dua unit Bell 412 serta Heli Serbu M-17.
Read more »
Posted by 19.55

Astros II Akan Perkuat Persenjataan TNI AD

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi21YrSt57EbQ1mbrnEnKFxJh5LfGmJUo3g_vLJp3CyxnG3hBxW9oti1m_0xWrmKQ2YUgjIHvcXReU1uPTsJV5Z6meHAe2vA42_fsv869UJxC7LZoNLpwj9AbI-UP8xd_6d4nzBnVd_6wL0/s1600/Avibras-Astros-II-Mk-6-2-milik-TNI-AD.jpg

Kesatrian Yonarmed 1/105 Tarik, Kodam V Brawijaya Malang, Malang, Jawa Timur akan diperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) Multiple Launch Rocket System (MLRS) buatan Brasil atau Peluncur Roket Artillery Saturation Rocket System (Astros) II MK 6. Rencananya, pengiriman peluncur roket Astros II akan dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama pengiriman paling cepat tuntas pada Desember 2014 mendatang. Komandan Yonarmed 1/105 Tarik, Letkol Arm. Aria Yudha, menuturkan, kesatuannya siap menerima Astros II. Baik kesiapan yang ditinjau dari segi sarana prasarana latihan, maupun pemberdayaan prajurit.

"Peran dari Kodam yang sudah lakukan penataran penggunaan dan pemeliharaan Astros kepada prajurit. Semua sudah dipersiapkan untuk dapat mengoperasikan Astros II," kata Yudha, Kamis (22/8). Sarana dan prasarana juga termasuk penyiapan tempat penyimpanan (garasi) yang mampu menampung hingga 18 peluncur roket, ruangan pemeliharaan dan lain-lain. Astros II MK 6 yang akan memperkuat Alutsista nasional merupakan Alutsista canggih buatan Brazil. Astros II MK 6 memiliki daya jelajah roket hingga 350 km.

http://www.avibras.com.br/img/CP%20PM%20%20SA%20ASTROS_AV_LMU.jpg

Persenjataan tersebut diyakini menjadi alutsista yang paling modern karena memiliki jarak jangkau yang jauh serta berdaya ledak besar (450 mm). Bahkan, pengoperasiannya sudah menggunakan sistem komputerisasi. Saat ini, alutsista yang dimiliki baru sebatas pada meriam 105 mm-M101A1 buatan Amerika tahun 1942, dan meriam 76/GN buatan Yugoslavia dengan tahun pembuatan 1949. Prajurit yang ada di Yonarmed 1/105 Tarik harus mengimbangi kecanggihan teknologi dari Astros II. Oleh karena itu, untuk mendukung hal tersebut, seluruh anggota TNI yang ada diwajibkan menguasai Bahasa Inggris.

Astros II memiliki kehandalan dan keakuratan cukup tinggi, terutama adaptabilitas terhadap karakteristik daerah operasi di Indonesia. Selain itu, Astros II memiliki daya tahan terhadap cuaca dan medan geografis sehingga sangat mendukung operasional dan taktis TNI AD. Hadirnya Astros II menjadikan kekuatan artileri medan (armed) TNI AD kini sejajar dengan AD Malaysia. Di negeri Jiran sendiri, telah jauh lebih dahulu mengoperasikan MLRS sejak 2001.
Read more »
Posted by 08.42

Latihan Bersama Kapal Perang TNI AL - Royal Australian Navy

http://static.liputan6.com/201308/130821bkri.jpg

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menggelar Latihan Bersama (Latma) dengan Royal Australian Navy (RAN) di perbatasan laut antara dua negara. TNI AL mengerahkan dua Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dari Satuan Kapal Patroli Koarmatim yaitu KRI Kakap-811 yang di komandani oleh Mayor Laut (P) Nurul Muhclis dan KRI Hiu -634 dengan Komandan Mayor Laut (P) Iwan Ridhwan. 

Kedua kapal perang yang dikirim pada, Rabu (21/08/2013) dari Koarmatim, Ujung, Surabaya itu telah tiba dan bersandar di dermaga Tenau, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kapal - kapal tersebut akan melaksanakan tugas latihan bersama dengan Angkatan Laut Australia di sekitar perbatasan laut kedua negara.

Latihan bersama Angkatan Laut kedua negara itu bersandikan Cassowary Exercise (Cassowek) 2013 yang akan memeragakan baik taktis maupun teknis secara bersama-sama di laut, serta meningkatkan Patroli Koordinasi (Patkor) antara Australia dan Indonesia (Aussindo). Latihan
bersama ini akan berlangsung selama kurang lebih dua bulan.
Read more »
Posted by 04.42

Ratusan Tank Leopard Indonesia Tiba September 2013

http://www.military-today.com/tanks/revolution_l2.jpg

Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin menyatakan, Indonesia bakal segera menerima Alat Utama Sistem Pertahanan (alutsista) yang baru. Rencananya, alutsista baru itu bakal diterima pada September 2013 mendatang. �Mulai September dan Oktober ini sudah mulai berdatangan,� katanya di Balai Kota, Jakarta, Rabu (21/08/2013). Sjafrie mengatakan, Tentara Nasional Indonesia bakal menerima ratusan tank berat Leopard. Rencananya, tank itu bakal ditempatkan di Jakarta sebagai strategi pertahanan ibu kota. �Akan masuk Jakarta dan disebarkan di satuan operasional,� kata dia.

Indonesia juga disebutnya bakal kedatangan puluhan tank jenis amfibi yang digunakan untuk menjaga garis pantai. Tank itu, kata Sjafrie, juga sebagian bakal ditempatkan di Jakarta. �Jadi kami informasikan juga ke Gubernur (Joko Widodo) misalnya bisa diberikan akses keluar masuk tank di Pantai Mutiara,� ujarnya. Selain tank, Indonesia juga bakal mulai menerima sejumlah unit roket untuk pertahanan jarak jauh dan beberapa unit pesawat tempur. �Semua dibeli sendiri oleh Indonesia, tidak diberikan pihak mana pun,� katanya.

Kementerian Pertahanan sendiri disebutnya mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 150 triliun untuk kepentingan modernisasi alutsista. Anggaran itu diberikan pemerintah dalam kurun waktu lima tahun terakhir. �Tapi tidak terpakai semua karena syarat alutsista yang dibeli adalah daya pukul yang dahsyat ketersediaan fasilitas,� kata dia. Untuk diketahui, tank Leopard yang dibeli pemerintah Indonesia dari Jerman, sudah mengalami penyesuaian agar main battle tank (MBT) tersebut cocok digunakan untuk negara tropis.

Selain itu, menurut Menhan Purnomo Yusgiantoro, Indonesia cukup beruntung, karena dengan anggaran untuk 44 tank baru, akhirnya memperoleh hingga 150 tank, dengan 100 MBT Leopard dan sisanya tank medium Marder. �Kalau 44 itu brand new, tapi (yang sekarang) bekas. Tapi sudah dimodifikasi. Mereka itu terpakai untuk daerah tropis, karena itu namanya Leopard RI karena sudah di-adjusted yang bisa dipakai di daerah tropis,� kata Purnomo

�Tadinya dengan uang sama, kita hitung hanya dapat 44 brand new. Tetapi dengan uang yang sama, (dapat) 100 main battle tank, terus kita dapat lagi sekitar 50 medium battle tank, sehingga jumlahnya 150-an,� kata Purnomo lagi. Meskipun dilakukan penyesuaian terhadap negara tropis, namun kemampuan Leopard itu, kata Purnomo pula, akan tetap sama. �Ini malah menguntungkan,� tegasnya.
Read more »
Posted by 20.05

Inilah Belanja Militer Mesir dari Uang Bantuan AS

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/21/2305248-pasukan-mesir-menuju-perbatasan-dengan-gaza-780x390.jpg

Setelah jumlah demonstran sipil yang tewas dalam bentrokan dengan pasukan militer Mesir terus naik pekan ini, anggota Kongres Amerika Serikat mempertanyakan bantuan luar negeri negara itu untuk militer Mesir yang sebesar US$ 1,3 miliar per tahun. Demokrat dan Republik, Minggu 18 Agustus 2013 lalu, menyebut kematian ratusan pendukung presiden Mesir terguling, Muhammad Mursi, tidak dapat diterima. "Kita perlu menggunakan pengaruh kita dengan mengatakan kita akan [menangguhkan bantuan] sampai Anda memulihkan demokrasi," kata Senator Partai Republik dari New Hampshire, Kelly Ayotte, dalam acara NBC "Meet the Press."

Pemotongan bantuan militer Amerika Serikat ke Mesir lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. Sebab, ini bisa membahayakan aliansi dekade panjang antara Washington dan Kairo. sekitar 80 persen penggunaan anggaran itu untuk pengadaan senjata, yang juga dibeli dari kontraktor pertahanan AS. Meskipun berita Senin 19 Agustus 2012 menyebutkan bahwa pemerintahan Barack Obama telah diam-diam menghentikan bantuan militer ke Mesir, catatan federal mengungkapkan bahwa militer AS masih menyetujui kesepakatan pengadaan senjata baru dengan Mesir.

Di bawah ini adalah beberapa kontrak pengadaan senjata terbesar militer Mesir dengan kontraktor pertahanan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.

  • 125 M1A1 Tank Abrams, $ 1,3 miliar : Tanggal: Juli 2011; Kontraktor pertahanan: General Dynamics, Honeywell, Allison Transmission.
  • 24 pesawat tempur F-16, US$ 3,2 miliar : Tanggal: Oktober 2009; Kontraktor pertahanan: Lockheed Martin.
  • Enam kapal perang Frigate, US$ 210 juta : Tanggal: Juli 2010; Kontraktor pertahanan: VSC Global.
  • 6.900 rudal anti-baja, US$ 319 juta : Tanggal: September 2008; Kontraktor pertahanan: Raytheon
  • 12 helikopter Apache, US$ 820 juta : Tanggal: Mei 2009; Kontraktor pertahanan: Boeing.
  • 400 rudal Hellfire, US$ 51 juta : Tanggal: Desember 2009; Kontraktor pertahanan: Hellfire Limited.
  • 6 helikopter Chinook, US$ 308 juta : Tanggal: Agustus 2009; Kontraktor pertahanan: Boeing.
  • 2.000 rudal TOW, US$ 99 juta : Tanggal: Oktober 2007; Kontraktor pertahanan: Raytheon
  • 4 helikopter Blackhawk, US$ 167 juta : Tanggal: September 2008; Kontraktor pertahanan: Sikorsky.
Read more »
Posted by 20.02

Moeldoko, Jenderal TNI yang Buat DPR Terkesan

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/08/21/125649420130821-115546780x390.JPG

Calon tunggal Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Moeldoko menjanjikan inovasi internal di tubuh TNI jika ia terpilih. Dengan kekuatan personel dan rasio penggunaannya, menurut dia, perlu komitmen tinggi untuk meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan prajurit TNI. Profesional karena terlatih dan terdidik, serta sejahtera sebagai prajurit TNI dalam melaksanakan tugas.

"Sebagai prajurit militer, kesejahteraan dapat diartikan bahwa prajurit dilengkapi dengan alutsista yang andal dan ergonomis, dan prajurit TNI juga dijamin hak-haknya untuk hidup layak dengan status sebagai prajurit TNI," kata Moeldoko, dalam rapat uji kelayakan dan kepatutan, di Komisi I DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, JakartaSelain itu, Moeldoko juga mengungkapkan gagasan terkait inovasi teknologi dan manajemen terpadu dengan pemilihan alutsista yang memiliki teknologi serta ergonomis. Ia berpendapat, melengkapi prajurit dengan perlengkapan berteknologi canggih mungkin terlihat mahal dalam jangka pendek, tetapi efisien dalam jangka panjang. Pemilihan alutsista dengan teknologi tinggi, menurutnya, dapat mengurangi jumlah personel secara signifikan atau setidaknya bisa bertahan pada zero growth.

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/08/21/173414020130821-162220780x390.JPG

Ia juga bertekad untuk mengurangi risiko ketergantungan pada alutsista dari luar negeri. Alasannya untuk menciptakan kemandirian pada jangka menengah dan jangka panjang sekaligus mencegah penyadapan oleh pihak lawan yang dapat berimplikasi pada jatuhnya korban prajurit TNI yang lebih banyak.

Menyongsong pemilihan umum 2014, Moeldoko menjamin TNI akan berdiri dalam posisi netral dengan tetap berkontribusi pada penyelenggaraannya sesuai undang-undang. Kepala Staf TNI AD ini juga berjanji TNI akan selalu berada di garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI. "Dan yang lebih penting lagi, saya menjamin TNI tak akan lagi kembali ke Dwi Fungsi ABRI seperti di masa lalu," katanya.
Read more »
Posted by 19.57

TNI AD: Modernisasi Alutsista Sesuai Kebutuhan dan Geogafis

http://static.liputan6.com/201210/alutsista121007b.jpg



Tahun demi tahun, Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus memodernisasi Peralatan Utama Sistem Persenjataan (alutsista) untuk menunjang tugas utama, menjaga kedaulatan dan wilayah Indonesia. Tak hanya TNI, Angkatan Darat pun turut membeli sejumlah peralatan tempur baik dari dalam dan luar negeri untuk menggantikan peralatan yang mulai berumur.

Peralatan tempur yang dibeli di antaranya seperti Tank Leoprad dari Jerman, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi geografis.

"Batalion Kaveleri 8/2 Kostrad di Pasuruan, Jawa Timur menjadi salah satu batalion yang akan menerima peralatan tempur baru, seperti Tank Leopard. Karena itu bisa dilihat langsung, di sana kebutuhan real TNI AD," kata Kasubdis Penum Dispenad, Kolonel Zaenal M dalam press tour di Malang, Jawa Timur.

Selain itu, ia menambahkan, Batalion Arteleri Medan (Yonarmed) 1Dam V/Brw di Malang juga akan menerima sejumlah rudal modern. Pada acara press tour yang diikuti sejumlah media dan dilangsungkan pada Selasa hingga Kamis (20-22 Agustus 2013) di Malang, Jawa Timur, TNI juga akan melakukan tinjauan mengenai kondisi peralatan tempur dan keluarga prajurit di daerah.
Read more »
Posted by 19.52

Jendral TNI-AD Moeldoko Janji Optimalkan Alutsista Produksi Dalam Negeri

http://assets.jaringnews.com//3/2013/07/24/73e18fb5b63ec7b55b5bc6d269cf753f_1.jpg

Calon Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko memiliki cita-cita untuk mengoptimalkan penggunaan alat utama sistem senjata (alutsista) produksi dalam negeri. Sehingga dapat tercipta kemandirian, baik untuk jangka menengah dan jangka panjang.

"Seperti radar dan alat komunikasi. Untuk menjamin keamanan penggunaan, untuk mencegah penyadapan pihak lawan yang dapat berimplikasi jatuhnya korban prajurit yang semakin banyak," ujar Moeldoko dalam Rapat Fit and Proper Test calon Panglima TNI di ruang Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/8).

Target Moeldoko disambut anggota Komisi I DPR dari fraksi PAN, Chandra Tirta Wijaya. Ia meminta komitmen Panglima TNI terkait masalah alutsista TNI di dalam negeri.

Menurut Chandra TNI harus memprioritaskan industri dalam negeri untuk produksi alutsista. "Apabila terjadi suatu hal, kemandirian alat pertahanan penting," ujarnya. Selain itu, Chandra menjelaskan, jika lebih banyak membeli peralatan dari luar negeru akan memberikan beban ke Indonesia. "Impor makin banyak," katanya.
Read more »
Posted by 04.42

Australia Lepas Tangan Jika Kru Freedom Flotilla Ditangkap di Indonesia

http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/sites/default/files/imagecache/ra_article_feature/images/2013/08/20/Bob%20Carr%20dan%20Tony%20Burke.jpg

Pemerintah Australia tidak akan bertanggung jawab jika puluhan aktivis Australia yang ikut dalam pelayaran Freedom Flotilla ke Papua ditangkap oleh pihak keamanan Indonesia dan Papua Nugini. Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr menegaskan Australia tidak bisa mengintervensi hukum di Indonesia dan Papua Nugini jika ada warga negara lain melanggar hukum dan imigrasi kedua negara itu.

Penjelasan itu terkait dengan perjalanan puluhan aktivis Australia dan sejumlah aktivis Papua Merdeka yang telah mendapat suaka serta pasport Australia sedang menuju ke Papua Nugini dan Merauke, Papua dengan kapal layar Freedom Flotilla. Menurut Carr Pemerintah Australia tidak punya kewajiban untuk memberikan bantuan konsuler sekalipun kalau mereka melanggar hukum Indonesia dan Papua Nugini.

�Mereka harus tahu resikonya dan hukumannya jelas yang akan diterapkan dan Australia tidak bisa mengintervensinya,� tegas Carr. Carr juga menyampaikan kementerian luat negeri telah memberikan peringatan surat resmi kepada semua orang yang ikut dalam pelayaran melalui juru bicara mereka.

�Mereka sudah mendapat peringatan dari media dan surat secara eksplisit dari kementerian luar negeri yang menyatakan, jika mereka melanggar hukum Indonesia dan PNG.. jangan harapkan pajak Australia dihabiskan untuk menangani kasus kalian, seperti penanganan warga negara Australia lainnya di Bali,� ujarnya. Carr dalam konferensi pers di sela pertemuan penanganan pencari suaka di Jakarta juga mengatakan apa yang dilakukan oleh puluhan aktivis itu tidak mendapat simpati dari Pemerintah Australia.

Dia bahkan menyebut Pemerintah Australia dari semua faksi, baik partai Buruh dan oposisi mengakui kedaulatan dan negara kesatuan Indonesia termasuk Papua Barat. �Australia mengakui itu juga merujuk pada �Lombok Treaty�,� lanjutnya. Sementara itu pelayaran Freedom Flotilla tetap berlangsung meski telah mendapat peringatan dari Pemerintah Indonesia dan tidak mendapat dukungan dari Australia.

Semalam, salah seorang aktivis yang ikut dalam pelayaran, Amos Waingai kepada Radio Australia mengungkapkan telah sampai di sekitar Cooktown, wilayah pesisir pantai timur Australia. Mereka berangkat dari Cairns, negara bagian Quenssland dan diperkirakan sampai di Papua Nugini dan Meraukae awal bulan depan.

Waingai, aktivis Papua Merdeka yang mendapat suaka di Australia 7 tahun lalu mengklaim perjalanan mereka tidak bermotif politik tapi sebuah perjalanan budaya. Perjalanan itu disebut mempunyai misi untuk memperingati pemisahan daratan Australia dan pulau Papua sejak zaman pencairan es 10 ribu tahun yang lalu dan era kolonisasi.

�Terserah orang mau bilang apa, tujuan saya cuma satu, saya jalan untuk connect dua tempat antara pulau dan daratan besar,� kata Waingai. Dia juga menyatakan tidak takut akan dihadang oleh otoritas keamanan Papua Nugini dan Indonesia bahkan ancaman penangkapan terhadap mereka. Kami sudah siap menghadapi semua resiko yang akan terjadi. Semuanya,� tantang Waingai.
Read more »
Posted by 04.34

Indonesia Bangun Kapal Induk Untuk Helikopter Militer

http://i43.tinypic.com/2dayixd.jpg

PT PAL Indonesia (Persero) berencana mengembangkan kapal induk versi militer. Kapal ini nantinya mampu didarati hingga 8 unit helikopter. Kapal induk versi Indonesia ini, merupakan pengembangan dari kapal tipe Double Skin Bulk Carrier, Star-50 dengan berat 50.000 ton bobot mati (DWT).

"Star 50 dirancang untuk kapal induk. Kita siapkan rancangan. Dirancang untuk 8 helikopter. Belum termasuk yang disimpan di hanggar," ucap Petugas Penjaga Stand PAL Utario EP  di acara Kongres Diaspora, JCC Senayan Jakarta, Selasa (20/8/2013).

Kapal ini nantinya diproduksi berdasarkan permintaan pemerintah Indonesia. Induk dari kapal ini yakni varian STAR 50 merupakan kapal angkut curah yang hanya dijual untuk pasar internasional. Kapal Induk yang nantinya dibuat dan dirancang di Surabaya, Jawa Timur, namun tidak dikonsep untuk didarati jet tempur.

"Kalau jet tempur kapalnya susah manuver di Indonesia karena laut kita nggak dalam," jelasnya. Kapal Induk buatan Indonesia ini nantinya akan menjadi kapal angkut helikopter atau helicopter carrier. Untuk versi pendahalunya STAR-50 telah diproduksi sejak tahun 2005 untuk angkutan curah.
Read more »
Posted by 02.49

Pasukan Marinir Indonesia dan Pasukan Marinir Amerika Gelar Lantern Iron 13-1

http://www.marinir.mil.id/images/Berita/2013/8_Agustus/marinirindonesiaamerikagelarlatma2.jpg

Asisten Operasi Komandan Korps Marinir (Asops Dankormar) Kolonel Marinir Purwadi mewakili Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington secara resmi membuka latihan bersama Korps Marinir TNI AL dengan United States Marine Corps (USMC) di Pusat Latihan Tempur Korps Marinir Baluran, Karangtekok, Situbondo, Jatim.

Latihan bersama dengan nama Lantern Iron 13-1 yang diikuti oleh prajurit Batalyon Taifib-1 Marinir dan US MARSOC tersebut berlangsung mulai 20 Agustus 2013 hingga 6 September 2013.

Dalam amanatnya yang dibacakan Asops Dankormar, Komandan Korps Marinir mengatakan bahwa situasi global khususnya keamanan maritim menuntut kesiapan Korps Marinir secara optimal. Untuk mencapai tingkat kesiapan yang optimal, prajurit Korps Marinir yang profesional dituntut untuk memiliki standar tertinggi dalam hal teknik dan taktik guna menangani berbagai situasi yang berkembang, sehingga dengan pelaksanaan latihan Lantern Iron 13 � 1 semua tuntutan dapat terpenuhi.

Latihan kali ini, lanjutnya, memfokuskan pada permasalahan pertempuran di darat dan di laut mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaannya. Kedua belah pihak akan saling bertukar pengetahuan, khususnya materi kemampuan Intai Amfibi, perang hutan dan sniper melalui metode teori hingga praktek di lapangan.

Sementara itu, Letkol Marinir Edy Cahyanto selaku Komandan Satgas Latihan mengatakan tujuan latihan Lantern Iron 13 � 1 yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknik dan taktik prajurit Taifib serta menjalin kerjasama/persahabatan dengan prajurit US MARSOC dalam bidang militer.


http://www.marinir.mil.id/images/Berita/2013/8_Agustus/marinirindonesiaamerikagelarlatma3.jpg

Materi yang dilatihkan, lanjutnya, meliputi teori di kelas dan praktek di lapangan, untuk teori di kelas meliputi pertolongan pertama korban perang (Medical/Tactical Combat Casualty Care), dan identifikasi serta tindakan terhadap bahan peledak (Demolition Identification dan reaction), sedangkan untuk praktek dilapangan, materinya meliputi menembak sniper, operasi renang rintis (scout swimmer operation), raid amfibi, pengintaian pantai (beach landing technique), jungle and sea survival dan berganda (full mission profile).

�Latihan Bersama Lantern Iron 13 � 1 melibatkan 77 prajurit, 66 prajurit Taifib-1 Mar dan 11 prajurit US MARSOC, dengan menggunakan daerah latihan di Pusat Latihan Tempur Korps Marinir Baluran untuk materi teori dan menembak, sedangkan untuk materi lainnya dilaksanakan di Pusat Latihan Tempur Lampon Banyuwangi,� tambahnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Edi Eka Susanto, Dandim Situbondo Letkol Arm Sugeng Riyadi, Kapolres Situbondo AKBP Erthel Stephan, Paban Sops Pasmar-1 Letkol Mar Amir Kasman, Komandan PLP Baluran Letkol Mar Agus Gunawan Wibisono dan beberapa pejabat TNI/Polri diwilayah Situbondo.
Read more »
Posted by 02.41

Hari Ini DPR Uji Calon Panglima TNI Jenderal Moeldoko

http://palembang.tribunnews.com/foto/bank/images/letjen-tni-moeldoko.jpg

Komisi I DPR akan melakukan uji kepatutan dan kelayakan calon Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Rabu (21/8/2013). "Seperti tahun lalu terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan, salah satunya kemarin tiga orang anggota ke KPK untuk mendapat klarifikasi. Dari Komnas HAM penjelasannya tidak ada catatan dengan kasus HAM," kata Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq.

Mahfudz mengatakan KPK mengapresiasi Jenderal Moeldoko. Sebab, Kepala Staf Angkatan Darat itu menyampaikan laporan secara lengkap. Bahkan  pejabat paling lengkap sampaikan laporan kekayaan. Secara prinsip mereka mengatakan tidaak ada catatan kasus dari laporan kekayaan," tutur Politisi PKS itu.

Ia juga mengatakan sejauh ini Moeldoko tidak bermasalah dilihat dari pemeriksaan administratif. Pihaknya juga belum mendapat laporan dari publik. "Belum ada dan mudah-mudahan ini indikasi bahwa tidak mendatangkan persoalan," katanya.

Mahfudz juga mengatakan persoalan Operasi Sajadah yang sempat dipersoalkan juga telah terklarifikasi. KontraS dan Komnas HAM telah melakukan investigasi terhadap kasus tersebut. "Memang tidak seperti yang dikatakan bahwa itu cara Jenderal Moeldoko sebagai Pangdam Siliwangi untuk coba membangun interaksi antara tokoh Ahmadiyah dengan kalangan-kalangan. Karena Ahmadiyah terkesan ekseklusif," imbuh Mahfudz.
Read more »
Posted by 19.04