Diberdayakan oleh Blogger.

Indonesia - Polandia Jajaki Produksi Bersama Membuat Alat Utama Sistem Pertahanan

http://images.detik.com/content/2013/09/04/10/203434_kerjasamanripolandia.jpg

Pemerintah Indonesia dan Polandia akan meningkatkan kerjasama di bidang industri pertahanan. Ada penjajakan kedua negara akan melakukan produksi bareng alat utama sistem pertahanan (alutsista). Kerjasama di bidang pertahanan menjadi salah satu dari sekian banyak bidang yang akan dikerjasamakan antara Indonesia dan Polandia. "Yang lain adalah kerjasama di bidang pertahanan, industri pertahanan. Banyak yang perlu dikerjasamakan," kata Presiden SBY saat jumpa pers bersama Presiden Polandia Bronislaw Komorowski di Istana Kepresidenan Polandia, Rabu (4/9/2013).

Mengenai kerjasama industri pertahanan, Menko Polhukam Djoko Suyanto menjelaskan akan ada penjajakan pembuatan pesawat, helikopter, dan kapal patroli. "Jadi lebih pada joint production, tidak beli dari sini," kata Djoko kepada wartawan di Hotel Hyatt Regency, Warsawa. Prinsip pengembangan alutsista pemerintah saat ini, selama bisa dibuat di dalam negeri, tidak perlu membeli dari luar negeri. "Jadi nanti tidak tertutup kemungkinan joint production," ujar Djoko.

Saat ini, aparat militer dan polisi menggunakan alutsista dari Polandia. "Polisi misalnya pakai sytruck dari Polandia. Ada juga kapal-kapal patroli kecil," kata Djoko. Saat ini kerjasama antara Indonesia dan Polandia dalam industri pertahanan sudah berlangsung. "Antara Kemenhan kita dengan Polandia sudah ada kerjasama. Nanti perlu dibahas lagi kira-kira jenis alutsista mana yang akan di-join product-kan. Jadi perlu perundinan terus," ujar dia.
Read more »
Posted by 19.55

Pesawat Antonov Membawa Su-30MK2 TNI-AU Telah Tiba

http://media.viva.co.id/thumbs2/2013/02/23/193777_pesawat-sukhoi-tiba-di-makassar_663_382.jpg

Rabu sekitar pukul 17:30 WITA, Pesawat raksasa Antonov AN-124 kembali mendarat di Lanud Hasanuddin Makassar. Tak lain tak bukan, pesawat ini membawa 2 buah Su-30MK2 terakhir pesanan Indonesia. Dengan Demikian, lengkap sudah Skadron 11 TNI-AU memiliki 16 buah Flanker.

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWRcQUmTDC6t32BVg00FdIzHLewfvfhGcanYwXfNSonbMJnF1kMhmEkqSAdAU8HAmAuh6SGj2FsOMPDoxFmOYUhy5R1G30B179PlR_iny-5F3YRoZXdvxgx6EIQY3IQI1K_2BdtfRS4AhO/s320/sukhoi+new.jpg

Pertanyaannya kini, apakah ini merupakan seri Flanker untuk TNI-AU? tidak ada yang tahu pasti, meski konon TNI-AU melilirik Su-35BM untuk pengadaan selanjutnya. Semoga saja, Su-35BM nantinya bisa bergabung dengan keluarga TNI-AU.
Read more »
Posted by 08.11

Marinir Indonesia dan Marinir Amerika Lakukan Latihan Jungle Survival Dan Sea Survival

http://www.marinir.mil.id/images/Berita/2013/9_September/marinirindonesiaamerikalatihanjunglesurvival3.jpg

Dengan dipandu oleh para prajurit Batalyon Intai Amfibi-1 Marinir, sejumlah Marinir Amerika (US MARSOC) menjelajahi Taman Nasional Meru Betiri, desa Rajegwesi, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dengan melakukan materi latihan Jungle Survival dan Sea Survival, Selasa, (3/9/2013).

Serka Marinir Tri Purwito dengan didampingi sejumlah pelatih dari Intai Amfibi-1 Marinir lainnya begitu bersemangat dalam memberikan penjelasan tentang tata cara bertahan hidup di hutan dan di laut dengan memperkenalkan sekaligus mempraktikkan cara menangkap dan memasak sejumlah binatang buas, antara lain: biawak, ular, dll serta memperkenalkan berbagai jenis tanaman hutan yang bisa dimakan secara langsung (tanpa harus dimasak terlebih dulu). Selain itu juga diperkenalkan berbagai macam hewan laut yang bisa dimakan.

Sejumlah prajurit Marinir Amerika pun cukup antusias dalam mengikuti materi latihan yang diberikan para pelatih andal dari Korps Marinir TNI AL tersebut. Meski mulanya terlihat agak geli, beberapa prajurit Marinir Amerika terus melakukan tekadnya untuk mencoba mencicipi sejumlah Botani dan Hewani yang telah dicontohkan terlebih dulu oleh para pelatih.

Bahkan beberapa diantara mereka ada yang mencoba menangkap ular dan biawak serta menelan telur biawak mentah. Untuk materi Sea Survival dilaksanakan di pantai Batu dan Teluk Hijau yang masih berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri desa Rajegwesi, kecamatan Pesanggaran, kabupaten Banyuwangi, Jatim

Kegiatan yang dikomandani oleh Letkol Marinir Edi Cahyanto tersebut merupakan bagian dari rangkaian latihan bersama Korps Marinir Indonesia�Amerika dengan sandi Lantern Iron 13�1 yang berlangsung hingga 6 September 2013.
Read more »
Posted by 07.48

Tentara Australia Berkunjung ke KRI Dewaruci di Fremantle

http://data.tribunnews.com/foto/berita/2013/9/3/03_Kadet_AAL_dan_Kri_Dwr_(1).jpg

Sebanyak 80 Kadet Akademi Angkatan Laut berkunjung ke kapal perang Australia HMAS Sydney-03, Senin (2/9/2013), saat berada di Fremantle, Perth, Australia. Demikian keterangan pers yang diterima redaksi Tribunnews.com, Selasa (3/9/2013).

Rombongan Kadet AAL disambut oleh Komandan HMAS Sydney-03 Cmd Karl Brinkmann serta beberapa perwira di Lounge Room kapal. Di ruangan tersebut rombongan Kadet disuguhkan paparan mengenai seputar HMAS Sydney-03 dan kiprahnya. Kemudian personel HMAS Sydney-03 mengajak para kadet berkeliling untuk mengenal lebih dekat kondisi teknis kapal perangnya, mulai dari ruang Pusat Informasi Tempur HMAS Sydney-03, Anjungan serta ke ruang mesin.

Puas melaksanakan ship tour di HMAS Sydney-03, rombongan kadet AAL yang dipimpin oleh pendamping Kadet Mayor Laut (P) Arief Kurniawan menuju ke geladak hely untuk melaksanakan tukar menukar cindea mata dengan personel HMAS Sydney-03 dan foto bersama.

Pada siang harinya KRI Dewaruci menerima kunjungan balasan sebanyak 10 personel dari HRMS Sterling, Western Australian Naval Base. Rombongan HRMS Sterling yang terdiri dari perwira, bintara dan tamtama tersebut berkeliling KRI Dewaruci dengan didampingi Kadet AAL. Tak mau ketinggalan momentum baik ini, personel kapal perang Austalia tersebut mengakhiri kunjungannya dengan mengajak foto bersama para Kadet di geladak KRI Dewaruci.

Sebelumnya, tepatnya tanggal 31 Agustus 2013, KRI Dewaruci turut menyemarakkan peringatan Maritim Day yang diselenggarakan di kantor Fremantle Port dengan menggelar open ship bagi masyarakat sekitar. Dalam peringatan ini, pemerintah Australia mengadakan pameran kebaharian, peralatan persenjataan kapal permukaan dan kapal selam.

Penampilan marching band Genderang Suling Gita Jala Taruna mendapat sambutan yang sangat meriah pada acara tersebut. Termasuk tarian Rampak Bambu dan Reog Ponorogo mendapat simpati yang mendalam dari warga setempat.

Terlihat banyak diantara masyarakat turut menari Rampak Bambu bersama Kadet. Pertama menari, memang nampak susah, namun ini yang membuat mereka penasaran dan ingin terus mencoba. Setelah beberapa saat mencoba, mereka mulai menikmati irama maupun gerakan tarian. Ini pengalaman pertama bagi mereka menari dengan peralatan yang unik dan irama yang rancak. Kehadiran KRI Dewaruci di bumi Kanguru telah memberi warna dan makna bagi masyarakat setempat, khususnya mereka menjadi lebih mengenal ragam budaya bangsa Indonesia.
Read more »
Posted by 23.34

Panglima Jenderal Moeldoko: Jangan Seret TNI ke Medan Politik

http://statik.tempo.co/data/2013/08/21/id_211843/211843_620.jpg

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengingatkan semua pihak untuk tidak menarik TNI ke dunia politik. Pernyataan itu disampaikan Moeldoko melalui pidato serah terima jabatan Panglima TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur."Saya mengimbau kepada semua elemen untuk tidak menarik TNI ke 'medan' politik praktis yang dapat menjadikan TNI tidak netral," kata Moeldoko, Rabu (4/9/2013).

Moeldoko resmi menjadi Panglima TNI setelah dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Jumat 30 Agustus 2013. Dia menjadi satu-satunya calon yang diajukan SBY ke DPR untuk menggantikan Laksamana Agus Suhartono yang memasuki pensiun.

Dalam upacara serah terima jabatan, Lakasamana Agus Suhartono menyerahkan tongkat komando kepada Jenderal Moeldoko. Setalah itu, keduanya menandatangani surat keputusan. Serah terima jabatan disaksikan oleh para pejabat TNI, Polri, Menteri Kabinet Indoesia Bersatu Jilid II, dan pimpinan lembaga negara lainnya.
Read more »
Posted by 22.44

Israel Akui Uji Coba Rudal Balistik di Laut Mediterania

http://www.surabayapost.co.id/gambar/93725c373c20a5da5d84c31e16114a4c.jpg

Israel akhirnya mengakui meluncurkan dua rudal balistik di kawasan Mediterania. Israel menyatakan melakukan uji coba rudal bersama Amerika Serikat di Laut Mediterania hari ini (03/09) guna menguji pertahanan udara Israel. Kepastian itu diungkap oleh Kementerian Pertahanan Israel dalam pernyataan tertulis.

"Kementerian Pertahanan Israel dan Badan Pertahanan Rudal Amerika (MDA) pada Selasa pagi pukul 09.15 berhasil meluncurkan satu rudal radar tipe Ankor," pernyataan Kementerian Pertahanan seperti dilaporkan kantor berita AFP. "Uji coba diluncurkan dari Mediterania dan dikendalikan dari pangkalan militer di Israel tengah."

Seorang pejabat Kementerian Pertahanan mengatakan tujuan uji coba gabungan itu adalah untuk menguji kemampuan pertahanan udara Israel. Pemerintah Israel semula membantah meluncurkan rudal balistik. Namun mereka kemudian mengakui bahwa dua rudal balistik itu diluncurkan sebagai target uji coba untuk sistem pertahanan negara.

Seorang pejabat di Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa peluncuran rudal itu sebagai bagian dari latihan bersama-sama dengan Amerika Serikat. Namun Angkatan Laut AS menegaskan bahwa tidak ada satupun rudal yang diluncurkan dari kapal yang sedang disiagakan di Laut Mediterania.

Adapun Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Urusan Pengungsian (UNHCR) mengungkapkan bahwa sudah lebih dari dua juta warga Suriah terdata sebagai pengungsi. Enam bulan terakhir pengungsi Suriah masih terdata di angka satu juta jiwa.
Read more »
Posted by 11.27

Alat Pendukung Dan Spare Part Pesawat T-50i GE Tiba Di Lanud Iswahjudi

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUzYWU09EuqNnsnAw0c5grMA5RhOem3Lx8hcrvdq9x_JQurByEMexs5tQTWU2N5p-94I9gcCib0QB-tNxtM3hqV2CgR-O6m8q26mGY1xgvQpu_pW8FdlN0GG4T22u3hOhkGnXxlCuUdws/s1600/.......................................................................aaaaaas.jpg

Menjelang kedatangan pesawat T-50i Golden Eagle, yang akan menggantikan peran pesawat HS Hawk Mk-53 Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, sebanyak 29 kontainer yang berisi suku cadang/spare part dan alat pendukung pesawat T-50i tiba di Lanud Iswahjudi, Selasa (3/9).

Aktivitas bongkar suku cadang/spare part dan alat pendukung lainnya, di gudang transit Gudang Persediaan Pangkalan (GPL) Lanud Iswahjudi sedang berlangsung mulai hari senin kemarin. Satu persatu suku cadang/spare part, diteliti dengan seksama oleh personel GPL.

 http://www.tni.mil.id/mod/news/images/normal/54ab92703e72c9eb2dca322a77e19c96.jpg

Komandan Wing 3 Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb Minggit Tribowo, S.IP., didampingi Kadislog Lanud Iwj Letkol Tek Hevry Yanto dan pejabat terkait menyaksikan langsung kedatangan suku cadang di gudang transit GPL.

Pesawat latih lanjut T-50i pesanan Indonesia sukses melakukan terbang perdana tanggal 14 maret lalu. Uji terbang dilakukan di Korea Selatan dengan pilot uji dari KAI selaku produsen T-50. Indonesia sendiri memesan sebanyak 16 buah. Pesawat T-50i direncanakan akan tiba di Lanud Iswahjudi awal bulan September ini yang diterbangkan langsung dari Korea Selatan. Keterangan Gambar : Personel GPL melakukan aktivitas bongkar suku cadang pesawat T-50i dari kontainer di gudang transit GPL Lanud Iswahjudi.
Read more »
Posted by 08.58

Tiga Pasukan Khusus TNI Siap Berantas Terorisme

http://images.detik.com/content/2010/12/12/464/GULTOR-2.jpg

Tiga pasukan khusus TNI menyatakan siap diterjunkan untuk memberantas terorisme di Indonesia. Ketiga pasukan khusus TNI adalah :

  1. Komando Pasukan Khusus (Kopassus)
  2. Detasemen Jala Mangkara (Denjaka)
  3. Detasemen Bravo 90 (Den Bravo-90).

Mewakili ketiga pasukan elite tersebut, Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayor Jenderal Agus Sutomo mengatakan, pihaknya memiliki kualifikasi untuk diturunkan memberantas dan menangkap teroris. Menurutnya, keterlibatan ketiga pasukan khusus TNI, hanya menunggu kebijakan.

"Kami dari pasukan khusus, dalam hal ini  Sat-81/Gultor (Satuan 81/Penanggulangan Teror) memang punya kapasitas dan kemampuan, tinggal kebijakan," ujar Agus saat mendampingi Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, meninjau persiapan latihan bersama 18 negara penanggulangan terorisme di Indonesia Peace and Security Centre, Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/9/2013).

Sebetulnya, lanjut Agus, sudah ada instruksi dari presiden, yakni Keppres Nomor 2 Tahun 2013, yang merupakan kelanjutan dari payung hukum Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Pasal 7b 14 menyebutkan item tugas atau kegiatan TNI yang masuk dalam operasi militer selain perang. "Di antaranya adalah penanggulangan terorisme. Kami selaku satuan operasional 24 jam, siap oprasional bila ada kebijakan dan di manapun berada, khususnya kami Kopassus punya kemampuan operasional di darat laut, dan udara," paparnya.

"Kami juga punya partner dari Denjaka dan Denbravo. Sehingga, sebetulnya kami sudah siap tinggal tunggu kebijakan. Payung hukum kebijakan sudah ada, tinggal aksi yang sekarang masih dalam proses," papar pria yang mengaku paling bertanggung jawab atas penyerbuan 11 Pasukan Kopassus Grup II Kandang Menjangan Kartasura, ke Lapas Sleman Yogyakarta.
Read more »
Posted by 08.38

TNI-AL Akan Bangun Pangkalan Militer di Balikpapan

http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/kapal-pkr-10514-yang-dibeli-tni-al-dari-belanda-_120625090107-281.jpg



TNI Angkatan Laut berencana membangun pangkalan berupa pelabuhan khusus di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan operasi di wilayah timur Indonesia. "Sudah kami paparkan rencana pembangunannya di depan Asisten II Sekretaris Kota Balikpapan," kata Mayor Kusnanto, Kepala Seksi Pembinaan Potensi Maritim (Paskotmar) Pangkalan TNI AL Balikpapan, Selasa (03/9).

Selama ini pelabuhan bagi kapal-kapal TNI-AL adalah Pelabuhan Semayang, yang juga berfungsi sebagai pelabuhan penumpang dan pelabuhan bongkar muat barang dan peti kemas. Menurut Mayor Kusnanto, TNI-AL juga kerap meminjam Pelabuhan Pertamina. "Kapal-kapal kita kan sering kemari. Ya kalau dermaga di Semayan lagi kosong, merapat di situ. Atau juga ke Pelabuhan Pertamina. Kalau TNI AL punya sendiri kan kita jadi lebih leluasa. Fungsi pelabuhannya nanti untuk mendukung logistik pasukan dan fungsi-fungsi lainnya," ujar Kusnanto.

Meski selama ini fungsi-fungsi itu tetap bisa jalan dengan menggunakan Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Pertamina, menurut Mayor Kusnanto, keterbatasannya juga cukup banyak. Pelabuhan Pertamina, misalnya, adalah pelabuhan obyek vital dengan peraturan keselamatan yang sangat ketat sementara Pelabuhan Semayang selalu sibuk sebagai pelabuhan penumpang. Wali Kota Rizal Effendi menyambut baik keinginan pembangunan pangkalan ini. "TNI-AL sudah menunjuk lahan bekas Pelabuhan Petikemas Semayang, itu yang kita lagi koordinasikan karena lahan itu kan milik Adpel atau Pelindo," kata Wali Kota Rizal Effendi.

Ketua DPRD Balikpapan Andi Burhanuddin Solong pun mendukung penuh rencana pembangunan pangkalan ini. "Penting untuk menjaga keutuhan NKRI,? tegas Ketua Solong penuh semangat. Pemkot Balikpapan, kata Solong, bisa membantu pembangunan pangkalan tersebut sebagaimana diatur dalam Undang-Undang. "Secara aturan, APBD bisa bantu TNI seperti diatur dalam UU 32 Tahun 2011," sambung Solong. Dia pun meminta Pemkot untuk segera mengambil langkah-langkah termasuk menyiapkan lahan untuk pembangunan pangkalan. "Jangan dibiarkan mereka tidak memiliki prasarana dan sarana," katanya.
Read more »
Posted by 08.13

Kendaraan Operasional Tentara Indonesia Mulai Gunakan BBG

http://www.mitrainvestor.com/wp-content/uploads/2013/06/BBG.jpg

PT Pertamina (Persero) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) sepakat untuk bekerjasama memanfaatkan bahan bakar gas (BBG) 'Pertamina Envogas' sebagai bahan bakar kendaraan operasional di lingkungan TNI. Penggunaan BBG ini sebagai permulaan akan dilakukan di Jakarta dan Surabaya terlebih dahulu. Hadir dalam acara tersebut Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Menteri ESDM Jero Wacik, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya, dan Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan penggunaan BBG ini merupakan langkah penting dalam rangka pengalihan beban konsumsi bahan bakar transportasi. Estimasi total konsumsi bahan bakar gas yang dibutuhkan di sektor ini dinilai cukup signifikan.

"Penggunaan energi ramah lingkungan ini pernah digerakkan sebelumnya merupakan program yang berkesinambungan dengan program diversifikasi BBM ke BBG yang dicanangkan pemerintah melalui Peraturan Presiden No.64 tahun 2012 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga BBG CNG (compressed natural gas) untuk transportasi," ujar dia di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (2/9).

Dengan diluncurkannya program penggunaan BBG di lingkungan TNI, diharapkan ke depannya kebutuhan bahan bakar transportasi bagi armada TNI dapat terpenuhi secara berkelanjutan. Langkah TNI ini juga diharapkan dapat memotivasi institusi dan lembaga-lembaga lainnya untuk beralih dari BBM ke BBG.

Menurutnya, penggunaan BBG bermanfaat agar udara lebih bersih, keberlanjutan pasokan bahan bakar dari ketersediaan gas yang berlimpah, serta mendukung program dunia dalam menahan laju pemanasan global. "Tentunya, Pertamina juga akan terus melakukan upaya serius untuk mengembangkan SPBG dan infrastruktur yang diperlukan guna mendukung program diversifikasi ini," ungkapnya.

Untuk menyukseskan program diversifikasi BBM ke BBG, ketersediaan infrastruktur adalah salah satu faktor kunci kesuksesan. Saat ini, penyebaran SPBG telah ada di Jabodetabek, Palembang, Surabaya.

Sebagai informasi, tahun ini, Pertamina akan membangun 6 (enam) unit SPBG baru di wilayah Jabodetabek dengan alokasi gas khusus transportasi sebesar 35.5 juta standar metrik kaki kubik per hari (MMSCFD).

Dalam pelaksanaannya, Pertamina bekerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti Pemprov DKI Jakarta sebagai pusat konsumsi BBM nasional, Kementerian ESDM dan Kementerian Perindustrian dalam pengadaan dan pendistribusian converter kit.
Read more »
Posted by 10.05

Kapal Perang KRI Makassar 590 Berlabuh di Bali

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeHQ3HmuRPqyelLChkVcQkTRuV_JmsksPJ6tZYSsx3Uz4StZkC9opLo5OtHm6T_o2sKLn5iCiQyTKgcVTh-QBatuCpQCQIfNQDwV63ZfWhbkzo_orvil6JG7YmwIQWR7F6KFN741lsz0CC/s1600/kapal-714597.JPG

Setelah melakukan ekspedisi pelayaran dan asyik bercengkerama dengan ombak lautan selama tiga hari, Satgas Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari (LNRPB)/Kapal Pemuda Nusantara (KPN) Sail Komodo 2013 tiba di Dermaga Benoa, Bali, yang disambut dengan tarian selamat datang Puspanjali, Minggu (1/9). Sebanyak 30 motor gede Harley Davidson pun turut menyambut kedatangan para pemuda Indonesia yang datang dengan menggunakan kapal perang KRI Makassar bernomor lambung 590 itu.

Selain itu, Dansatgas Kolonel Laut (T) Yus K. Usmany didampingi Wadansatgas Agus Komarudin, Komandan KRI Letkol Laut (P) Kunto Tjahjono, dan perwakilan peserta mendapat pengalungan bunga dari I Made Suarna selaku Kabid Kepemudaan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bali..

Acara kemudian dilanjutkan audiensi dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang diwakili Asisten Bidang Ekonomi dan Kesra Setda Prov Bali Ketut Wija di gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, dan selanjutnya kunjungan ke Monumen Bajra Sandi (Biorama Perjuangan Rakyat Bali) yang berada di kota Denpasar.

Setelah mengunjungi monumen, para peserta melanjutkan kegiatan ke pantai Pulau Sarangan untuk melaksanakan penanaman 500 pohon mangrove, dan kegiatan pun diakhiri dengan wisata pantai di Pantai Matahari Sanur. Kegiatan LNRPB/KPN IV ini merupakan salah satu dari berbagai kegiatan Sail Komodo 2013.

Sail Komodo 2013 sendiri merupakan event internasional yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah, terutama melalui sektor pariwisata bahari. Event ini menjadi momentum untuk memajukan wisata bahari di tanah air menjadi destinasi utama wisata dunia dengan mengangkat tema 'Sail komodo 2013 : Jembatan Emas Menuju NusaTenggara Timur menjadi Destinasi Utama Pariwisata Dunia'.

Hal ini juga merupakan komitmen pemerintah untuk menjadikan Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu destinasi utama wisata dunia. Event internasional ini dimulai dengan penyelenggaraan Sail Bunaken 2009, Sail Banda 2010, Sail Wakatobi - Belitong 2011, dan Sail Morotai 2012.
Read more »
Posted by 09.48

Rapat Koordinasi Dalam Rangka Kedatangan Pesawat T50i

http://img841.imageshack.us/img841/9089/oqoq.jpg

Menjelang Kedatangan pesawat T 50 I Golden Eagle Dari Korea menuju Pangkalan Udara Iswahjudi, Lanud Balikpapan bertepatan Sebagai tempat transit sebelum pesawat menuju Madiun. Untuk menyambut kedatangan pesawat tersebut Danlanud Balikpapan Kolonel Pnb H R.M Djoko Senoputro S.E beserta seluruh staf Lanud melaksanakan rapat koordinasi dengan tim dari Dephan dan Mabesau bertempat di ruang rapat Danlanud.

Pada rapat persiapan kedatangan pesawat T 50 I Golden Eagle tersebut dibahas berbagai hal yang terkait dengan kelancaran, kemudahan dan keamanan Pesawat selama berada di Lanud Balikpapan, hadir dalam rapat koordinasi tersebut Kepala proyek pengadaan pesawat T 50 I Golden Eagle Kolonel Tek Agus Risnadi, tim dari Mabesau Letkol Tek pipip Ismulyanto, Kepala Dinas Operasi Lanud Balikpapan Mayor Lek Hari Budi Utomo, Kepala Dinas Logistik Mayor KaL W Hendratoko , Kepala Dinas Personil Mayor Adm Widiono Hadi Wijaya, Dansatpom Mayor Pom Karyanto, Kaintelpam Kapten sus Tomi Wahyu, Kapten Pnb Dharma Gultom dari Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi serta Perwira staf Lanud Balikpapan.

Rencana kedatangan Pesawat T 50 I Golden Eagle akan tiba di lanud Balikpapan pada hari rabu, 11 September 2013. Pesawat tersebut akan transit di beberapa Negara sebelum transit di Lanud Balikpapan.
Read more »
Posted by 09.32

Komisi I DPR RI Berharap TNI AD Beli Helikopter Chinook

http://armscontrols.com/wp-content/uploads/2013/07/ch-47-chinook-helicopter-specifications.jpg

Setelah menyetujui pengadaan helikopter Apache dari Amerika Serikat, Komisi I berharap TNI Angkatan Darat melanjutkan pembelian alutsista lain dari negara itu, yakni helikopter multifungsi Chinook. Anggota Komisi I DPR Muhammad Najib mengungkapkan, saat muncul gagasan TNI Angkatan Darat membeli helikopter Apache, Komisi Pertahanan juga memberikan pandangan untuk pembelian helikopter multifungsi berukuran besar. Bahkan Komisi I menyarankan TNI AD terlebih dulu membeli helikopter Chinook sebelum Apache.

Pandangan Komisi itu didasarkan pada pertimbangan bahwa helikopter multifungsi sangat berguna untuk penanganan bencana alam. Kebutuhan akan helikopter jenis itu makin besar jika dilihat dari rentannya kondisi geografis Indonesia terhadap bencana seperti gunung berapi, banjir, tsunami, dan gempa bumi.

Sementara helikopter Apache yang dilengkapi persenjataan canggih belum terlalu dibutuhkan karena Indonesia belum menghadapi ancaman serius penyerbuan pihak asing. Dengan demikian, kebutuhan terhadap helikopter multifungsi dan berbadan besar lebih dibutuhkan ketimbang helikopter jenis serbu.

"Namun pada akhirnya keputusan akhir di internal TNI, Khusus AD, tetap memprioritaskan pembelian Apache. Sehingga seperti yang terjadi saat ini, realisasi pengadaan Apache akan segera dilakukan pada 2014 mendatang," ujar Muhammad Najib di Kompleks Parlemen, Senin (2/9). Komisi I DPR RI memastikan akan mengawasi realisasi pengadaan delapan unit helikopter Apache produksi Amerika Serikat. Kontrak pengadaan heli jenis serbu itu sudah diteken Menteri Pertahanan Poernomo Yusgiantoro, Senin pekan lalu.

Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin, kebijakan pembelian alutsista tersebut disepakati DPR dan pemerintah dengan syarat ada komitmen alih teknologi, jaminan suku cadang, serta bebas pakai. "Adapun yang akan kita awasi adalah bagaimana realisasi pembelian helikopter itu, sudahkah sesuai syarat. Kalau perlu kemudian alutsista itu kita produksi sendiri di dalam negeri," katanya di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (2/9).

Pembelian Apache sudah direncanakan sejak awal 2013. Namun, TNI Angkatan Darat belum merealisasikannya karena Kementerian Keuangan memasukkannya dalam anggaran reguler sehingga bikin berat. Khawatir biaya operasional terganggu, TNI AD lalu meminta tambahan anggaran khusus pada APBN 2014. Pembelian alutsista itu menghabiskan anggaran Rp 6,4 triliun. Pada Oktober 2014, helikopter tersebut diharapkan sudah datang lengkap dengan senjata dan suku cadangnya.
Read more »
Posted by 09.20

Anggaran CIA Terbesar di Komunitas Intelijen AS

http://statik.tempo.co/data/2013/05/15/id_184632/184632_620.jpg

Anggaran Dinas Rahasia Amerika Serikat Central Intelligence Agency (CIA) meningkat secara dramatis dalam sepuluh tahun terakhir, menurut sebuah dokumen rahasia yang diperoleh Washington Post dari mantan kontraktor National Security Agency (NSA), Edward Snowden. Berdasarkan laporan Barton Gellman dan Greg Miller di Washington Post, Kamis 29 Agustus 2013, CIA telah menjadi badan mata-mata AS dengan anggaran terbesar dibandingkan dengan 15 badan intelijen lainnya.

Posisi dominan CIA kemungkinan akan mengagetkan pengamat luar. Ini merupakan pemulihan yang luar biasa dari sebuah lembaga yang tampaknya siap kehilangan kekuasaan dan prestise-nya setelah mengakui kegagalan intelijennya yang berujung pada terjadinya serangan 11 September 2001 ke New York, serta invasi yang dipimpin AS ke Irak tahun 2003. Lonjakan anggaran CIA itu digunakan untuk pendanaan penjara rahasia, beroperasinya program interogasi yang kontroversial, penempatan pesawat tanpa awak (drone) dan ekspansi besar pusat kontra-terorismenya. Badan ini berubah dari dinas mata-mata yang bersusah payak untuk keluar dari Perang Dingin menjadi kekuatan paramiliter.

CIA telah mengalokasikan miliaran dolar untuk merekrut dan melatih generasi baru petugas kasus, dengan sumber daya manusia yang mengalami pertumbuhan lumayan besar, yaiutu dari sekitar 17.000 orang pada dekade lalu menjadi 21.575 pada tahun ini . CIA mengalokasikan anggaran US$ 2,3 miliar untuk operasi intelijen yang dilakukan oleh manusia (Human Intelligence), dan US$ 2,5 miliar untuk biaya pendukung keamanan, logistik dan kebutuhan lain dari misi-misi di seluruh dunia. Sebuah jumlah yang relatif kecil dari jumlah itu, US$ 68,6 juta, dialokasikan untuk menciptakan dan memelihara "penyamaran," identitas palsu sebagai karyawan yang dipekerjakan perusahaan di luar negeri.

Tidak ada entri khusus untuk armada drone bersenjata CIA dalam ringkasan anggaran itu, tapi item yang luas menjadi tanda bahwa dimensi peran dinas rahasia ini diperluas sudah meluas ke peran paramiliter, menyediakan lebih dari US$ 2,6 miliar untuk "program aksi rahasia " yang mencakup operasi drone di Pakistan dan Yaman, pembayaran kepada milisi di Afganistan dan Afrika, dan upaya untuk menyabotase program nuklir Iran. Dokumen Snowden yang diberikan kepada Washington Post adalah ringkasan dari apa yang disebut "Anggaran hitam, " yang merupakan bagian rahasia dari anggaran federal yang terkait dengan anggaran terkait analisis dan pengumpulan bahan intelijen.
Read more »
Posted by 23.43

AS Luncurkan Roket Besar yang Membawa Satelit Mata-mata

http://www.spacenews.com/sites/spacenews.com/files/styles/large/public/images/articles/Delta4Heavy_ULA4X3_0.jpg

Sebuah roket terbesar milik Amerika Serikat meluncur membawa satelit mata-mata dalam sebuah misi peluncuran secara diam-diam, Rabu, 28 Agustus 2013. Roket tak berawak yang bernama Delta 4-Heavy itu diluncurkan dari Pangkalan Angkatan Udara Vanderberg, California, pukul 14:03 waktu setempat, membawa muatan satelit milik Kantor Pengintaian Nasional AS (NRO) ke orbit polar. "Peluncuran hari ini didedikasikan untuk pria dan wanita yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa kita," kata seorang komentator beberapa menit setelah roket tersebut lepas landas.

Tidak jelas apa fitur unggulan dari satelit yang dikenal dengan sebuatan NROL-65 ini, tapi yang jelas untuk mengumpulan data-data di planet Bumi."Delta 4 Heavy adalah roket terbesar di dunia saat ini, menjalankan tugas-tugas bangsa dengan andal, terbukti dengan kemampuan muatannya untuk keamanan nasional negara kita mulai dari pantai timur hingga barat," kata Jim Sponnick, wakil presiden United Launch Alliance (ULA) untuk program Atlas dan Delta. Roket Delta 4 Heavy dibangun oleh ULA dan pertama kali terbang pada tahun 2004, merupakan roket terbesar dan paling kuat yang dimiliki Amerika. Tinggi peluncurnya yang 72 meter menghasilkan daya dorong 2 juta pon saat lepas landas, menurut pejabat ULA.

Peluncuran pada hari Rabu itu sudah sesuai jadwal, padahal sebelumnya program ini sempat memiliki masalah terkait dana karena kebijakan pemotongan anggaran yang sudah berlaku sejak 1 Maret tadi. Lepas landasnya roket ini menandai 364 kalinya penerbangan menggunakan roket Delta secara keseluruhan, dan 24 kali penerbangan untuk varian roket Delta 4. Roket Delta 4 saat ini sudah membawa delapan muatan milik NRO ke ruang angkasa, yang mana kantor inilah (NRO) yang membangun dan mengoperasikan satelit-mata-mata AS.Sementara Delta 4 Heavy untuk saat ini adalah juara kelas berat dari seluruh roket Amerika, beberapa roket yang jauh lebih besar dan kuat lainnya juga tengah dibangun. Sebut saja NASA yang saat ini sedang membangun roket raksasa yang disebut Space Launch System (SLS) untuk mengirimkan astronot ke asteroid, planet Mars dan tempat-tempat lain di luar angkasa.


Inkarnasi pertama dari SLS setidaknya memiliki tinggi 98 meter dan mampu membawa 70 metrik ton muatan. Namun NASA berencana untuk mengembangkannya lebih besar menjadi 117 meter tinggi dan membawa muatan sebanyak 130 metrik ton ke luar angkasa, sehingga akan menjadikannya sebagai roket paling besar dan kuat yang pernah di bangun manusia. SLS ini dirancang untuk meluncurkan kapsul kru yang disebut Orion, yang mana saat ini juga tengah dikembangkan. Roket dan kapsul dijadwalkan untuk terbang bersama-sama untuk yang pertama kalinya saat uji coba pada 2017 nanti, dengan misi pertama yang berawak dijadwalkan pada tahun 2021.

Pembangunan Orion akan lebih dulu selesai daripada SLS. Uji terbang pertama Orion dijadwalkan pada 2014, ketika pada saat itu NASA akan menggunakan roket Delta 4 Heavy guna mengirimkan Orion (tanpa kru) keluar 6.000 kilometer dari Bumi. Selain NASA, ada juga perusahaan swasta SpaceX yang juga sedang mengerjakan roket besar, yang mereka sebut dengan Heavy Falcon. Peluncur ini dijadwalkan akan terbang untuk pertama kali pada tahun depan, dan menghasilkan 4 juta pon daya dorong saat lepas landas. Soal tinggi dan muatannya, tidak diinformasikan.
Read more »
Posted by 23.20

Deretan Alutsista Baru Yang Akan Memperkuat Persenjataan TNI

https://fbcdn-sphotos-f-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/1185810_429522793834695_917725928_n.jpg

Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus memperkuat persenjataannya. TNI berharap secara bertahap, kebutuhan minimal akan sistem persenjataan bisa tercapai tahun 2019. Sejumlah senjata paling mutahir untuk matra darat, laut dan udara telah tiba untuk memperkuat TNI. Lembaga analisa militer Global Firepower menaikkan rangking militer Indonesia dari urutan 18 menjadi urutan 15 sejak Juni 2013 lalu.

"Kita sekarang sedang melakukan modernisasi militer, membangun tentara yang lebih tangguh," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-18 di Jakarta, Kamis (30/8). Tak cuma membeli ke luar negeri. SBY juga mewajibkan industri pertahanan dalam negeri bangkit dan berkembang. Kelak Indonesia diharakan bisa memproduksi tank baja, kapal selam hingga jet tempur.

Tentu saja memperkuat militer tidak murah. Tahun ini pemerintah menggelontorkan dana Rp 25 triliun. Hingga Rp 2014, Rp 150 triliun dianggarkan untuk alutsista dan pembangunan industri pertahanan. Berikut persenjataan yang dibeli Kementerian Pertahanan untuk memperkuat TNI. Harapannya, TNI bisa disegani seperti era Presiden Soekarno.

1. TNI AD

  • 61 unit Tank Leopard RI, 42 unit Tank Leopard 2A4, 50 tank Marder. Tank produksi Pabrik Rheinmettal, Jerman ini tiba secara berangsur mulai Oktober 2013. Tank kelas berat tersebut akan ditempatkan di perbatasan Indonesia dan Malaysia.
  • Untuk artileri, TNI Angkatan Darat membeli MLS Astros II dari Brasil. MLS Astros II merupakan mobil tempur yang mampu meluncurkan 2 roket, 4 roket dan 16 roket. Jika dalam posisi laras peluncuran 2 roket, jangkauan yang dicapai hingga 300 km. Astros II akan dioperasikan Yonarmed I/105 Tarik Ajusta Yudha, Singosari, Malang, Jawa Timur.
  • TNI AD juga menambah daya gempur lewat udara dengan sejumlah helikopter serang. Kini Dinas Penerbang TNI AD mengandalkan 3 buah Mi-35 Hind E produksi Rusia, maka kini TNI AD telah membeli 8 unit Apache tipe AH-64E seharga USD 500 juta dari AS. Helikopter serang canggih ini akan ditempatkan di Laut China Selatan. Sejumlah panser dan persenjataan lain juga akan memperkuat TNI AD.

2. TNI AL
  • TNI telah memesan tiga kapal selam dari Korea Selatan dan 10 Kapal Selam dari Rusia. Saat ini wilayah laut Indonesia yang begitu luas dan hanya dijaga 4 unit kapal selam.
  • TNI AL juga akan membeli 11 helikopter antikapal selam dan menghidupkan kembali skadron antikapal selam. Indonesia pernah memiliki skadron ini tahun 1960an, tapi kemudian dihapus. Helikopter ini diharapkan sudah datang tahun 2014 dan ditaruh di Surabaya.
  • TNI AL berencana memesan 35 kapal cepat rudal (KCR) untuk mewujudkan kebutuhan minimum. Dua KCR, yakni KRI Celurit-641, dan KRI Kujang-642 telah memperkuat armada barat.
  • Untuk marinir, 17 Tank Amfibi BMP-3F dari Rusia telah datang sejak 2012. Idealnya korps baret ungu ini memiliki 95 tank BMP-3F. Kemhan berjanji akan terus melengkapinya secara bertahap.
3. TNI AU
  • Kedatangan dua Sukhoi SU-30 MK2 pada Februari 2013 lalu memperkuat kekuatan elang udara RI. Secara bertahap, diharapkan TNI AU bisa memiliki 16 jet Sukhoi.
  • Pelengkapan Tempur untuk pesawat Sukhoi seperti Rudal dan Alat navigasi canggih yang didatangkan dari Rusia, yang akan datang tahun 2014
  • 16 Jet tempur ringan T-50 Golden Eagle dari Korea Selatan juga akan memperkuat TNI AU. Satu skadron ini direncanakan untuk menggantikan pesawat Hawk yang akan segera dipensiunkan.
  • Selain itu hibah 24 pesawat F-16 D Blok 52 hibah dari Amerika Serikat diharapkan sudah datang pertengahan tahun 2014.
  • Pesawat serang darat A29A Super Tucano dari Brazil juga sudah bertahap tiba di Indonesia. Pesawat dengan kualifikasi antigerilya dan serangan darat ini menggantikan OV-10 Bronco yang sudah dibebas tugaskan.
  • Untuk pesawat angkut, TNI AU dapat tambahan CN-295. Selain itu 6 unit C-130 H Hercules ditambah hibah Australia sebanyak 4 unit untuk pesawat yang sama.
  • Pesawat lain yang direncanakan akan hadir di antaranya Helikopter Cougar, Grob, dan pesawat latih KT-1.
Read more »
Posted by 22.35

Pasukan Elite TNI Tidak Kalah Dengan Navy Seals

http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2011/08/tni-di-indonesiaproud-wordpress-com.jpeg

Kemampuan pasukan elite TNI mendapat pengakuan dunia. Sesuai namanya, pasukan ini dipilih dari anggota pasukan terbaik. Dilatih keras dan dipersenjatai dengan peralatan terbaik. Indonesia memiliki pasukan elite di setiap kesatuan, misalnya Angkatan Darat (AD) memiliki Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Angkatan Udara (AU) memiliki Paskhas dan Angkatan Laut (AL) memiliki pasukan Katak dan Denjaka.

Lembaga analisa peringkat militer globalfirepower.com menaikkan peringkat militer Indonesia. Bila sebelumnya peringkat militer Indonesia di posisi 18, kini naik di posisi 15. Untuk kemampuan individu personel, militer Indonesia memang tidak kalah dibanding kemampuan militer negeri lain. Buktinya, beberapa prestasi sempat disandang oleh pasukan elite TNI. Contohnya adalah prestasi Kopassus.

Kehebatan yang dimilikinya Kopassus membuatnya disegani militer negara lain. Bahkan, sejumlah negara di dunia meminta Kopassus untuk melatih pasukan militernya, seperti negara-negara di Afrika Utara dan Kamboja. Bahkan konon, 80 Persen pelatih militer di negara-negara Afrika Utara diketahui menggunakan pelatih militer dari Kopassus. Para perwira komando juga ditugaskan untuk melatih pasukan militer yang dimiliki negara-negara di benua hitam itu.

Soal kemampuan anggota Komisi I DPR Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menjamin pasukan elite RI tak kalah dengan Navy Seals yang sedang naik daun gara-gara menembak mati Osama bin Laden. "Pasukan elite kita tidak kalah. Tidak hanya soal kemampuan personel. Soal persenjataan, Kopassus pun sama baiknya dengan pasukan dari luar negeri," kata TB Hasanuddin, Minggu (2/9).

Namun selain kemampuan tempur, Kopassus diminta memperbaiki profesionalisme dan disiplin. TB Hasanuddin berharap kasus Cebongan tak terulang kembali. Pensiunan jenderal bintang dua ini juga menambahkan tak mudah membina pasukan khusus. Selain latihan terus menerus, mereka juga harus diberi penugasan. Latihan tanpa penugasan akan membuat prajurit jenuh. Tenaga dan kemampuan prajurit harus disalurkan untuk operasi sehingga tak menjadi hal-hal negatif.

"Kenapa tak dilibatkan saja dalam operasi counter teroris. Menurut saya mereka punya kemampuan untuk melakukan operasi penyergapan. Untuk melacak pun mereka punya sandi yudha. Ini bisa digunakan agar prajurit tak hanya jenuh latihan," katanya. Sementara itu Markas Besar TNI menjelaskan selain kemampuan individu, sebenarnya ada hal lain yang mempengaruhi pamor militer Indonesia. Apa itu?

Menurut Kapuspen TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul, prestasi TNI terakhir ini menonjol dalam bentuk pengabdian kepada negara. Misalnya, tentara sudah tidak berpolitik praktis, TNI netral, TNI beberapa kali bekerja sama dengan negara tetangga, terutama latihan bersama. "TNI bekerja sama dengan negara tetangga begitu baik, meningkatkan latihan bersama terutama untuk pendidikan penanganan bencana. TNI juga tetap konsisten meningkatkan alutsista".

Selain itu, tak kalah penting adalah hubungan baik antara TNI dengan parlemen. Misalnya soal manajemen waktu dan target pengadaan alutsista. Semua program TNI didukung dengan baik oleh parlemen, sehingga pengadaan alutsista bisa dipenuhi sesuai dengan jadwal yang ditentukan.Untuk penanganan bencana, walau pasukan elite, pasukan Kopassus, Marinir atau Paskhas jadi yang terdepan. Mereka terjun mulai dari evakuasi korban Merapi, pencarian korban Sukhoi di Gunung Salak, hingga ikut memadamkan kebakaran hutan. Pasukan elite RI pun tak ragu terjun ke Ciliwung membersihkan sungai. Atau membangun WC umum di kelurahan bersama warga. Ini adalah sebuah nilai plus. Tak semua pasukan elite dunia punya kemampuan ini.
Read more »
Posted by 07.56

LAPAN Kembangkan Peralatan Produksi Bahan Baku Roket

http://wsn.eepis-its.edu/blog/wp-content/uploads/2011/08/2011-08-09-17.09.04.jpg

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) tengah menyiapkan pengembangan peralatan produksi Propelan, sebagai bahan baku roket. Lapan menargetkan pada 2015 sudah mampu mengembangkan fasilitas produksi dan uji teknologi roket, di antaranta peralatan produksi Propelan berdiameter besar, filament winding dan autoclve, dan laboraturium combustion.

Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan Soewarto Hardhienata mengakui memang ada hambatan dalam produksi Propelan dalam negeri yakni metode penguasaan teknologi produksi. Adapun, untuk memproduksi Propelan diperlukan penguasaan metode pembuatan berstandar tinggi baik kualitas maupun sistem pengamanan. Oleh karena itu, investasinya cukup tinggi.

"Ada penawaran kerja sama dari Korea untuk membantu alih teknologi pembuatan peralatan produksi Propelan," kata Soewarto, Minggu (1/9/2013). Dia merinci penawaran tersebut berupa formulasi Propelan, sistem insulasi thermal, desain konfigurasi Propelan dan sistem propulsi, dasar engineering fasilitas gedung laboraturium, serta pemberian pengetahuan SOP.

Untuk riset pengembangan roket,  Soewarto menyebutkan sejak 2010 pihaknya telah menghasilkan beberapa prototipe yang terus dikembangkan. Ada 2010, LAPAN membuat RX 1210, RX 3227, dan RX 420. Tahun berikutnya ada Rhan 122 A berdaya jangkau 15 km, RX 2020 dan RX 550. Pada tahun lalu RX 1220, sementara pada tahun ini dikembangkan Rhan 122 B berdaya jangkau 25 km, Rhan 200 untuk 35 km, RX 3240, RX 450, dan RX 550.

Pada 2014, LAPAN menargetkan pengembangan Rhan 320 untuk 70 km dan roket pertahanan 3 digit untuk daya jangkau 100 km dan 200 km. Pada 2015 hingga 2016 LAPAN menargetkan mampu melakukan uji terbang RX 550.
Read more »
Posted by 05.07