Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label TNI AU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AU. Tampilkan semua postingan

TNI Angkatan Udara Tak Mau Dipermainkan Lagi

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvRw410Aw07tJFORbu3M82W6umoR_A0ikd01AjaxaNWsvBXlN4eZrSKyS6DXt7jZvWQuCtPjqXIB31iqI7WCDY6IdD9QZ_dM1j6Kz1GkKx90qsOI1PoAEJNF62sdLNBad20opTkr09BKJ2/s400/image.tempointeraktif.com.jpg

Pengalaman menjadi guru yang paling berharga. Luasnya wilayah Nusantara yang tidak diimbangi dengan kekuatan peralatan tempur udara yang memadai menjadi salah satu faktor munculnya kasus Ambalat. Guna mencegah terjadinya kasus serupa, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara berencana menambah skuadron di Pekanbaru, Riau, dan Biak, Papua, untuk melengkapi kekuatan pengawasan wilayah teritorial Indonesia.

Hal ini seiring bertambahnya jumlah pesawat tempur F-16 dalam program Minimum Essential Force (MEF). Kepala Pusat Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Suyadi Bambang Supriyadi mengatakan rencana penambahan skuadron ini untuk memperkuat pengawasan di wilayah barat dan timur Indonesia dari ancaman luar.

Penambahan skuadron ini dinilai cukup penting mengingat luas wilayah Tanah Air dan banyaknya daerah perbatasan dengan negara lain. Sistem pengawasan wilayah teritorial Indonesia beda dengan negara lain karena merupakan negara kepulauan."Kalau negara lain mengawasi daerahnya sendiri. Kalau negara kita ya mengawasi kayak kawasan Asean,� ujar Suyadi kepada detikcom kemarin.

Suyadi menekankan, penambahan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) bukan alasan mengikuti negara lain. Namun, lebih untuk tujuan kekuatan pertahanan nasional yang punya wilayah sangat luas.

Ia mengaku optimistis soal sasaran pemerintah terkait target program MEF selesai pada 2019 dari yang sebelumnya 2024. Namun, meski diharapkan bisa selesai 2019, bukan berarti ada pengurangan armada alutsista yang baru. �Ini kan soal perbandingan dengan luas wilayah. Itu tidak boleh dikurangi. Kalau begitu, nanti negara lain akan main-main dengan kita. Kayak kasus Ambalat karena dia tahu dulu kita masih minim kekuatan alutsista pesawat tempur,� katanya menegaskan.

Pengamat militer dari Universitas Indonesia Andi Wijayanto menilai upaya modernisasi alutsista TNI sudah terbilang baik. Mengacu pada target pencapaian kekuatan pokok minimum MEF 2024, modernisasi yang sudah dilakukan pemerintah sudah di atas target. "Hal ini karena penambahan anggaran pengadaan alutsista Rp 149 triliun untuk 2010-2014," ujar Andi.
Read more »
Posted by 05.22

Latihan Bersama Singapura, Tangki Cadangan Pesawat Tempur TNI AU Jatuh

http://images.detik.com/content/2013/10/04/10/192936_175633_tangkipesawat.jpg



Sebuah tangki minyak pesawat tempur TNI AU jatuh di Rengat, Kabupaten Inhu, Riau, saat latihan bersama dengan Angkatan Udara Singapura. "Namun saat latihan tadi di sana (Rengat) hanya pesawat TNI kita yang di sana," kata Kepala Penerangan TNI AU, Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Mayor Filfadri. 

Latihan bersama ini diberi nama Joint Fighter Weapon Course (JFWC) itu sudah berlangsung sejak September. Kegiatan ini melibatkan 22 pesawat, enam di antaranya milik Angkatan Udara Singapura. Terkait jatuhnya tangki minyak milik pesawat tempur Hawk 200 pesawat di perkebunan warga itu, pihak Lanud TNI Roesmin Nurjadin langsung melakukan penyelidikan.

"Kita sudah kirim ke sana (lokasi jatuhnya tangki). Namun kita pastikan saat akan berangkat, semua pesawat kita periksa terlebih dahulu. Bagaimana bisa jatuh, itu yang kita selidiki," ucapnya.
Read more »
Posted by 00.28

Skadron 5 TNI AU Latihan Operasi Pertahanan di Papua

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgd3fkCyX4GNVFqnoJM_aBv6mY11sBVCbrxB7b9vergYwKCvTEDEfx2YRauYEPB2P__8sAvWUR5R-qNUlEEyq53wgCVQUfYKmHs0PtBlvBufGt2lFnctMbSoz2CnjnAmGW4xaw_OG-B9g/s1600/F-16+TNI+AU.jpg

TNI AU menggelar latihan operasi pertahanan udara nasional di Timika, Papua mulai Selasa hingga Kamis (26/9). Komandan Pangkalan TNI AU Timika, Letkol Penerbang Untung Suropati kepada Antara di Timika Selasa mengatakan latihan itu melibatkan dua pesawat F-16 dan satu pesawat Boeing intai maritim milik Skuadron Udara 5 Ujung Pandang.

"Rencana awal memang akan melibatkan pesawat Sukhoi, tapi ada perubahan karena pesawat Sukhoi latihan di tempat lain. Pesawat yang akan dilibatkan dalam latihan ini yaitu pesawat F-16 yang sementara berada di Biak," jelas Untung. Kegiatan latihan dipusatkan di sekitar Bandara Mozes Kilangin Timika. Agar tidak mengganggu jadwal penerbangan, kegiatan latihan operasi pertahanan udara nasional tersebut akan dilaksanakan setelah pukul 12.00 WIT.

Personel darat yang dilibatkan sebanyak 100 orang dari berbagai unsur TNI, Polri dan instansi sipil seperti petugas Bandara Mozes Kilangin Timika dan PT Freeport Indonesia. Untung menjelaskan, dalam kegiatan latihan nanti akan disimulasikan pesawat F-16 milik TNI AU akan memaksa sebuah pesawat asing yang tidak punya izin memasuki wilayah Indonesia mendarat di Bandara Mozes Kilangin Timika.

Selanjutnya akan digelar simulasi serangan udara. "Untuk latihan hari pertama pesawat F-16 akan bertindak sebagai pesawat musuh melakukan simulasi penyerangan untuk melatih personel yang di darat. Sedangkan esok akan digelar simulasi pemaksaan mendarat pesawat asing dan hari berikutnya akan digelar simulasi penyerangan musuh," jelas Untung.
Read more »
Posted by 19.34