Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan

Kasum TNI Bertemu Perwakilan Militer Singapura di Hotel Borobudur

http://data.tribunnews.com/foto/berita/2013/10/8/DSC_3323.JPG
http://data.tribunnews.com/foto/berita/2013/10/8/DSC_3377.JPG

Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Marsdya TNI Boy Syahril Qamar, S.E.,  secara resmi membuka pertemuan TNI dengan Singapore Armed Forces (SAF) Annual Staff Meeting  (TSASM) di Belitung Room Hotel Borobudur Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2013).

Dalam rilis yang diterima redaksi Tribunnews.com, agenda pertemuan tersebut adalah membahas tentang kerjasama di bidang intelijen, operasi dan latihan, logistik serta pendidikan yang akan dilaksanakan oleh kedua Angkatan Bersenjata.
Read more »
Posted by 08.09

TNI Latihan Pertahanan Udara di Pusdalops Mabes TNI Cilangkap

http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Pesawat-Tempur-TNI.jpg

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, diwakili Kepala Staf Umum (TNI Marsdya TNI Boy Syahril Qamar, membuka Latihan Pertahanan Udara Nasional (Hanudnas) "Tutuka" XXXVII Tahun 2013 di Pusdalops Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Selasa (24/9/2013).

Mengusung tema "Kohanudnas Siap Melaksanakan Operasi Pertahanan Udara Yurisdiksi Udara Nasional Untuk Mencegah, Menangkal dan Menanggulangi Setiap Bentuk Ancaman Udara Yang Timbul Untuk Menjaga dan Menjamin Tetap Tegaknya Hukum, Kepentingan dan Kedaulatan NKRI".

Latihan Hanudnas dilaksanakan dari tanggal 24-26 September 2013, dan diikuti 1.800 prajurit ini, untuk menguji rencana operasi dan mengukur kesiapsiagaan operasional Kohanudnas dalam merencanakan, menyelenggarakan dan mengendalikan mekanisme kegiatan operasi pertahanan udara dalam rangka mewujudkan sebuah sistem pengamatan, penangkalan dan penindakan yang handal terhadap kontinjensi akibat ancaman udara dalam wilayah udara yurisdiksi nasional. Sedangkan sasarannya adalah terujinya rencana operasi Kohanudnas "Tangkis Petir" TA 2013 sebagai bagian dari rencana strategis TNI.

Adapun materi latihan antara lain menguji rencana operasi Kohanudnas; penyiapan unsur darat, laut dan udara; pelaksanaan kerjasama taksis dan taktik; pelaksanaan operasi terbatas untuk dukung pertahanan udara; pelaksanaan dukungan administrasi logistik dan transportasi taktis unsur darat, laut, dan udara; dan kegiatan K-4 I P P (Komando, Kendali, Komunikasi, Komputerisasi, Intelijen, Pengamatan, dan Pengintaian) jajaran Kohanudnas.

Panglima TNI dalam amanatnya, bahwa di tengah situasi dunia yang terus berubah, saat ini Indonesia masih akan dihadapkan pada ide dan potensi dampak perang asimetrik atau sering disebut sebagai perang generasi keempat.

Disadari secara militer, Indonesia berada dalam posisi asimetrik terhadap permasalahan regional dan global. Oleh karena itu, dalam rangka menyelenggarakan pertahanan dan keamanan negara, maka sangat dibutuhkan kreativitas penguasaan wilayah dan kekuatan nasional, guna menghadapi segala bentuk ancaman yang mungkin timbul dari aktor negara dan/atau aktor non negara.

Pada sisi sebaliknya, Indonesia dipandang terlalu kuat oleh pihak-pihak yang punya aspirasi lain, khususnya yang masih belum atau tidak mau menerima konsep NKRI dengan berbagai alasan. Dengan demikian dapat dipahami secara jelas bahwa sasaran dan medan perang asimetrik, dan/atau perang generasi keempat tidak lagi terbatas pada penguasaan wilayah semata, tetapi menjangkau lebih luas pada penguasaan ekonomi, kultur, media, komunikasi, psikologi masa, energi, dan sebagainya.

Mencermati kecenderungan perkembangan tersebut, Kohanudnas sebagai salah satu kekuatan pertahanan udara nasional diharapkan dapat melaksanakan segala upaya, guna mengamati, mengidentifikasi, menangkal dan menindak segala bentuk kemungkinan ancaman yang muncul melalui wilayah udara nasional. Hadir dalam upacara pembukaan latihan tersebut antara lain Irjen TNI, Wakasad, Wakasal,Wakasau dan para Pati TNI. Demikian rilis Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Cpl Ir. Minulyo Suprapto, diterima siang ini.
Read more »
Posted by 00.50

Pangdam Wirabuana: Anggota TNI Harus Jaga Pulau agar Tidak Hilang

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsjnvqnnM9lMvQPDbPIlqlofQZ26RDNs8ahTpeO3RSaVNjOhPiOiA1JPAOARB9_9ptgKwOaICWbYi5HjLmfVKSYPKMR-E7uQr62aNkEa8ql0a_a_Wv34FLBAoLnkFXvhlMMA2WjG_jHAND/s640/kostrad.jpg

Panglima Komando Militer (Pangdam) VII/Wirabuana, Mayjen TNI Bachtiar SIP MAP mengingatkan kepada angotanya yang ditugaskan di daerah perbatasan agar terus menjaga pulau-pulau terluar agar tidak hilang dan jatuh ke negara lain. Penegasan itu disampaikan Bachtiar ketika melihat langsung keberadaan anggota TNI yang bertugas di tiga pulau terluar yang berada dalam wilayah administrasi Provinsi Sulawesi Utara. Ketiga pulau yang dimaksud adalah Pulau Miangas dan Marampit di Kabupaten Kepulauan Talaud dan Pulau Marore di Kabupaten Kepuluan Sangihe.

"Kunjungan kerja Pangdam selama dua hari ke tiga pulau tersebut untuk memberikan motivasi langsung kepada anggota TNI yang bertugas di sana serta memberikan berbagai bantuan baik kepada anggota TNI maupun kepada masyarakat setempat," ujar Kepala Penerangan Kodam VII/Wirabuana, Letkol Inf H Steve Sinaulan, Minggu (15/9/2013).

Kepada Kompas.com yang ikut dalam kunjungan tersebut, Bachtiar mengatakan bahwa masih banyak pulau kita yang tidak terdata dan berpotensi hilang. "Saya mengingatkan kepada pihak-pihak terkait agar segera memberi tanda patok di pulau-pulau yang belum terdata, dan segera memberikan nama pulau-pulau tersebut," ujar Bachtiar.

Menurut Bachtiar, keberadaan anggota TNI di pulau-pulau terluar merupakan bagian dari tugas TNI menjaga persatuan dan kesatuan NKRI serta juga merupakan bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat. Dirinya merasa bangga setelah melihat langsung keberadaan anggotanya di tiga pulau tersebut.

"Sebab selama bertugas di sana, anggota kami juga ikut menutupi kekurangan tenaga guru dengan mengajar di sekolah, menjadi tenaga kesehatan, memberikan pengetahuan bertani, serta ikut membantu pembangunan desa," jelas Bachtiar. Selain memberikan pengarahan kepada anggota TNI, Pangdam juga berkesempatan berinteraksi dengan masyarakat setempat dan menerima berbagai keluhan serta masukan dari warga. Keluhan yang paling utama yang disampaikan oleh warga adalah masalah minimnya sarana transportasi.

Provinsi Sulawesi Utara sendiri mempunyai 11 pulau terluar. Di beberapa pulau terluar yang berpenghuni, didirikan Pos Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan yang diisi oleh anggota TNI-AD. Selain itu ikut pula menjaga perbatasan satuan Marinir TNI-AL, Polri, serta Imigrasi dan Bea dan Cukai.

Pangdam berharap, kehadiran anggota TNI di pulau-pulau terluar tersebut semakin memperkuat hubungan tentara dengan rakyat, sebab menurutnya tentara hanya bisa bekerja secara maksimal jika didukung penuh oleh rakyat. "Diperlukan sinergitas dan kerja sama yang saling mendukung antara TNI, masyarakat, serta pemerintah daerah agar pulau-pulau terluar tersebut tetap menjadi bagian utuh dari negara kita," tutur Bachtiar.
Read more »
Posted by 01.51

Latihan Gabungan TNI Sebagai Pernyataan Perang Terhadap Teroris

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsmPqDm4sZxTHP8j6mlSgUgYNlntocsYQbvbpxPQgxp8c3Nbv9N_tQ9kzAMudeeZF4s3XsGl4n3tJBN1AmZFo7BwJOr27QR1otoERiq0wGNrBknNnQos4Ec7srIX_5HJiHWKjMcWC1EMI/s1600/latgab-tni.jpg

TNI menggelar latihan gabungan sebagai antisipasi marak penembakan polisi, akhir-akhir ini. Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro mengatakan, latihan ini diikuti tiga matra. Ketiga satuan yang mengikuti latihan adalah Dansat-81 Gultor Kopassus (TNI AD), Denjaka (TNI AL), dan Denbravo Paskhas (TNI AU).

"Ini sekaligus pernyataan perang terhadap teroris," kata Menhan usai menutup latihan bersama penanggulangan terorisme tersebut, Jumat 13 September 2013. Latihan gabungan ini juga diikuti 18 negara anggota ASEAN Defence Minister's Meeting (ADMM-Plus) di Sentul, Bogor.

Tujuan latihan gabungan ini tak hanya menyiapkan personel dalam menghadapi kelompok-kelompok teror. "Kami juga mengatakan pada para teroris, kami telah siap melawan mereka," ungkapnya. Dalam latihan tersebut, peserta mempraktikkan pencegahan kasus per kasus, misalnya, pembebasan sandera di gedung, kapal laut, hingga pesawat udara.

Selain itu, para peserta juga berdialog dan memaparkan pengalaman masing-masing dalam membebaskan sandera. TNI AL mencontohkan saat pasukan khusus Denjaka yang membebaskan kapal Sinar Kudus yang dibajak perompak Somalia.

Kopassus pun berbagi pengalaman. Mereka menceritakan proses pembebasan sandera dari pembajakan pesawat Woila dan pembebasan sandera di rimba Papua.
Read more »
Posted by 20.36

Pemberangkatan Satgas YONIF 126/KC Ke Perbatasan RI-Papua Nugini

http://kodam1-bukitbarisan.mil.id/wp-content/uploads/2013/09/satgas-wrt.jpg

Danrem 022/PT Kolonel Inf Teguh Arief Indratmoko sedang memberikan ucapan selamat kepada Dansatgas Letkol Inf Agusman Heri dan para prajurit Satgas Yonif 126/KC yang akan melaksanakan tugas Operasi Pengamanan Perbatasan RI-Papua TA. 2013, bertempat di Dermaga Lantamal I/Belawan, Jum�at (30/8).

Danrem 022/PT Kolonel Inf Teguh Arief Indratmoko mewakili Pangdam I/BB memberangkatkan 650 prajurit Satgas Yonif 126/KC yang akan melaksanakan tugas Operasi Pengamanan Perbatasan RI-Papua TA. 2013, bertempat di Dermaga Lantamal I/Belawan, Jum�at (30/8).

Pangdam I/BB Mayjen TNI Burhanuddin Siagian dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Danrem 022/PT Kolonel Inf Teguh Arief Indratmoko mengatakan, sebagai prajurit Batalyon Infanteri 126/KC tentunya para prajurit telah paham bagaimana seharusnya berbuat untuk menjaga citra satuan agar bisa berhasil dalam melaksanakan tugas. Para prajurit telah melawati pentahapan latihan dan peninjauan dari Komando Atas, selanjutnya kalian dinyatakan siap untuk melaksanakan tugas pengamanan di wilayah perbatasan RI-Papua Nugini. Kepercayaan yang telah diberikan kepada para prajurit, merupakan kehormatan dan kebanggaan dengan harapan kalian mampu mengemban tugas yang mulia ini demi keutuhan dan kedaulatan NKRI. Kita ketahui bahwa wilayah perbatasan RI-Papua Nugini merupakan daerah yang sangat rawan sehingga untuk dapat melaksanakan tugas pengamanan di wilayah perbatasan dengan baik diperlukan kewaspadaan dan kesungguhan dari seluruh prajurit yang melaksanakan tugas diperbatasan tersebut.

Untuk menunjang tugas operasi, Pangdam I/BB mengingatkan kepada seluruh prajuritSatgas Yonif 126/KC untuk memperhatikan dan memahami kultur serta menghormati adat istiadat masyarakat perbatasan RI dan Papua Nugini guna merebut simpati dan hati rakyat, sehingga terjalin kemanunggalan TNI-Rakyat. Dengan demikian kehadiran prajurit diterima masyarakat perbatasan RI dan Papua Nugini dengan penuh rasa kekeluargaan, tanpa melupakan kewaspadaan serta tidak mudah terpancing oleh segala bentuk provokasi. Selain itu, tidak kalah pentingnya adalah lakukan cara hidup sehat, pengendalian diri dan selalu taat terhadap norma-norma agama yang kalian  yakini. Laksanakan deteksi dini dan cegah dini terhadap gangguan keamanan di daerah tanggung jawabmu dan mampu mengatasi gangguan serta memberikan bantuan secara cepat, demikian tegas Pangdam I/BB.

Sementara itu, usai upacara pemberangkatan Satgas Yonif 126/KC Danrem 022/PT Kolonel Inf Teguh Arief Indratmoko mengatakan, bahwa keberhasilan dalam mengemban tugas Pengamanan Perbatasan RI-Papua ini, tidak saja akan  berdampak positif terhadap upaya  menjaga keutuhan wilayah NKRI, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan rakyat terhadap kredibilitas TNI sebagai alat pertahanan negara, serta secara langsung akan meningkatkan citra Yonif 126/KC sebagai salah satu satuan terpercaya di jajaran TNI Angkatan Darat.  Untuk itu, Danrem 022/PT mengharapkan para prajurit Satgas Yonif 126/KC nantinya mampu menunjukkan jati dirinya sebagai prajurit yang handal dan profesional dan mampu menjaga kekompakan dan soliditas pasukan serta menumbuhkan solidaritas dan loyalitas terhadap pimpinan maupun teman seperjuangan. Semoga para prajurit yang ditugaskan dapat melaksanakan tugas dengan sukses dan lancar tanpa ada halangan yang berarti, dan semoga dapat kembali dengan selamat, demikian ungkap Kolonel Inf Teguh Arief Indratmoko.

Kapenrem 022/PT Mayor Inf Jhonson Mangasitua Sitorus menjelaskan, hadir dalam upacara memberangkatkan Satgas Yonif 126/KC antara lain, Para Pejabat Kodam I/BB, Para Dandim Jajaran Korem 022/PT, Para Kasatdisjan Jajaran Korem 022/PT dan Para Kasi Korem 022/PT.
Read more »
Posted by 14.42