Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Pasukan Khusus TNI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pasukan Khusus TNI. Tampilkan semua postingan

TNI Bentuk Satuan Pasukan Khusus Baru Gabungan dari TNI-AD, TNI-AL dan TNI-AU

http://img-static.riaupos.co/foto/seragam-baru-tni.jpg

Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) TNI AD Mayor Jenderal TNI Agus Utomo mengatakan, pihaknya akan membentuk satuan khusus dari berbagai Pasukan Khusus unsur TNI Angkatan Darat, Udara dan Laut. "Ide membentuk satuan khusus dari berbagai angkatan ini sudah lama ingin dilakukan , dan ini berdasarkan ide Pak Lodewijk Freidrich Paulus (mantan Danjen Kopassus)," kata Agus di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/9).

Dia mengatakan, ide ini akan disampaikan ke Panglima TNI. "Kami akan sampaikan kepada pimpinan supaya ide ini bisa digolkan," ujar jenderal bintang dua ini. Menurut Agus, dalam membentuk satuan khusus tentu harus ada payung hukum yang melindungi para pasukan tersebut, sehingga dalam melaksanakan tugas tidak disalahkan, dan ada pelaksanaan tugas yang jelas.

"Ini bentuk kerja yang dilakukan satuan khusus, dengan adanya kordinasi pasukan khusus dari TNI Kopassus, Pasukan Katak dan Paskhas. Apa yang dilakukan satuan khusus adalah upaya dalam menghadapi ancaman yang membahayakan negara," tuntas Agus Utomo.
Read more »
Posted by 02.52

Pasukan Khusus TNI-AU: Den Bravo-90

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSX_92pXp9s9fTEadD208RmPD70-tChjiwFY_rJwCp5FQXCqUS4_hE4xgqaU37SaeR9Wm6a7Y2M-AyG3VXe6WlttfWs4D7DPytekgxgMoIm53v-LwKIZGccJnkFv0bCqWZmzR8KiIwYXg/s1600/LOGO+DENBRAVO.png

Detasemen Bravo 90 (disingkat Den Bravo-90) terbilang pasukan khusus Indonesia yang paling muda pembentukannya. Baru dibentuk secara terbatas di lingkungan Korps Pasukan Khas TNI-AU pada 1990, Bravo berarti yang terbaik. Konsep pembentukannya merujuk kepada pemikiran Jenderal Guilio Douchet Lebih mudah dan lebih efektif menghancurkan kekuatan udara lawan dengan cara menghancurkan pangkalan/instalasi serta alutsista-nya di darat dari pada harus bertempur di udara. Prajurit Den Bravo di rekrut berdasar kualifikasi dan merupakan prajurit terbaik dari beberapa Skuadron dari Paskhas TNI-AU.

Den Bravo-90 ini terdiri dari beberapa tim di dalamnya :

  1.     Tim Alfa 1, spesialisasi Intelijen
  2.     Tim Alfa 2, spesialisasi Perang Hutan dan Perang Kota
  3.     Tim Alfa 3, spesialisasi Counter Terrorism
  4.     Tim Bantuan Mekanik
  5.     Tim Khusus

http://teguh212.blog.esaunggul.ac.id/files/2012/08/poster-Detasemen-Bravo-90-Paskhas-TNI-AU.jpg

Dalam melaksanakan operasinya, Bravo dapat juga bergerak tanpa identitas. Bisa mencair di satuan-satuan Paskhas, atau seorang diri. Layaknya dunia intelijen Bukan main-main, Bravo-90 juga melengkapi personelnya dengan beragam kualifikasi khusus tempur lanjut, mulai dari combat free fall, scuba diving, pendaki serbu, teknik terjun HALO (High Altitude Low Opening) atau HAHO (High Altitude High Opening), para lanjut olahraga dan para lanjut tempur (PLT), dalpur trimedia (darat, laut, udara), selam, tembak kelas 1, komando lanjut serta mampu menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dengan sarana multimedia. Pasukan elite ini juga kebagian jatah untuk berlatih menembak dengan menggunakan peluru tajam tiga kali lipat lebih banyak dari pasukan reguler lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk melatih ketepatan dan kecepatan mereka untuk bertindak dalam waktu sepersekian detik.

Tahap Pendidikan Pasukan Bravo-90
Pendidikan Bravo sekitar 6 bulan. Dilaksanakan di Wing III/Diklat Paskhas Satdik 02 Lanjut dan Satdik 03 Khusus. Anggotanya diseleksi dari siswa terbaik peringkat 1-40 lulusan sekolah komando Paskhas dan personel aktif di skuadron/Wing. Semua diseleksi ketat mulai dari IQ, kesemaptaan, keahlian spesialisasi militer yang dibutuhkan, serta kesehatan. Semua dengan asistensi lembaga TNI-AU yang berkompeten dengan bidang masing�masing. Tampaknya para pelatih Detasemen Penanggulangan Teror �ala� Pasukan khusus TNI-AU ini tak main�main. Peluru tajam digunakan dalam latihan tahap akhir. Alhasil para calon Bravo juga penuh perhitungan, cermat, cepat, sekaligus tepat dalam bertindak. Bertempur total dan habis � habisan. Itulah kesimpulan akhir pendidikan Bravo. Mereka tercetak menjadi prajurit elite Paskhas yang siap diterjunkan di mana saja di seluruh Indonesia. Setelah lulus, para personel Bravo muda ini berhak atas brevet bravo, lambang, Call Sign dan perlengkapan tempur standar Bravo lainnya. Mereka juga dibagi ke dalam 3 tim Alfa dan Tim Ban Nik. Bagi para personel Bravo yang telah dianggap senior, bisa dipindahkan ke Tim khusus yang tak lain �berisi� prajurit Bravo berkemampuan di luar matra udara yaitu Frogmens yang mampu melakukan infiltrasi lewat laut, Selam Tempur, UDT, EOD, Zeni Demolisi, Penerbangan, elektronika dll.
Read more »
Posted by 02.14