Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Panglima TNI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Panglima TNI. Tampilkan semua postingan

Panglima TNI Akan Kembalikan Kedigjayaan Intelijen TNI

http://static.liputan6.com/201306/ksad-moeldoko-130604b.jpg

Perkuatan itu termasuk intelijen dalam pembinaan sosial kemasyarakatan untuk mendukung keperluan operasional jajaran TNI, kata Moeldoko dalam pengarahan tertulisnya itu di Markas Komando Korps Pasukan Khas TNI AU, Bumi Margahayu, Jawa Barat, Rabu (16/10).

Sebelumnya, Komandan Korps Pasukan Khas TNI AU, Marsekal Muda TNI Amarullah, memimpin upacara pengangkatan Moeldoko menjadi warga kehormatan Korps Pasukan Khas TNI AU bersama Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Marsetio, Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI IB Putu Dunia, dan Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Budiman.

Dalam pengarahannya, Moeldoko menyatakan, "Kita ingin kembalikan kedigjayaan intelijen TNI di tengah paradigma yang berkembang saat ini."

"Mulai sepertiga tahun anggaran 2013 hingga dua pertiga tahun anggaran 2014, sebagai sasaran jangka pendek, kita semua akan menyempurnakan dan menguatkan empat sektor pokok untuk mendongkrak kinerja TNI dalam bertugas," kata Moeldoko.

Dia tampil dalam seragam loreng lapangan Korps Pasukan Khas TNI AU, sebagaimana tiga perwira tinggi lain yang menjadi warga kehormatan Korps Baret Jingga itu. Perkuatan intelijen militer itu menjadi butir ketiga pengarahannya kepada jajaran TNI dan matra-matra di dalamnya.

Yang pertama dia tegaskan eliminasi segala kebijakan, perilaku, sikap, dan tindakan yang cenderung ego sektoral di dalam tubuh TNI. Di sini dia menggarisbawahi komunikasi cerdas dan membangun antara perwira dan prajurit, sehingga bisa dihindarkan perilaku primitif berujung perusakan kredibilitas TNI.

Dia melanjutkan, perlunya peningkatan kapasitas berbasis interoperabilitas  (kapabilitas dari suatu produk atau sistem) yang diterjemahkan secara makro dalam konteks TNI sebagai sistem keamanan negara; baik pada sisi administrasi ataupun operasional.

Terkait itu, dia menegaskan amanat keempatnya, yaitu memperkuat Komando Pendidikan dan Latihan TNI sebagai institusi peletak dasar-dasar pendidikan dan latihan, indoktrinasi kultur TNI bagi personelnya, yang sejalan dengan reformasi internal TNI.
Read more »
Posted by 04.26

Panglima TNI Jadi Warga Kehormatan Korpaskhas TNI AU

http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/panglima-tni-ksad-warga-kehormatan-tni-au-nih2.jpg

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko beserta KSAD Jenderal TNI Budiman dan KSAL Laksamana TNI Marsetio diangkat menjadi Warga Kehormatan Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI AU dalam suatu upacara militer, di Markas Komando Korpaskhas TNI AU Bandung, Jawa Barat, Rabu (16/10/2013).

Dalam kesempatan tersebut, Komandan Korpaskhas Marsekal Muda TNI Amarullah menyematkan Baret dan Wing Kualifikasi Komando Korpaskhas kepada Panglima TNI, Kasad dan Kasal, sesuai dengan petikan keputusan Komandan Korpaskhas TNI AU nomor Kep 50/10/2013 tanggal 15 Oktober 2013.

"Ada dua esensi moral atas pengukuhan warga kehormatan ini. Pertama, pengukuhan ini adalah kehormatan untuk membawa TNI ke puncak prestasi yang lebih baik, khususnya Korps Paskhas TNI AU, melebihi prestasi yang dicapai sebelumnya dalam pengabdian kepada bangsa dan negara," kata Moeldoko dalam sambutannya.

Lebih lanjut dirinya menuturkan bagi Korps Paskhas, pengukuhan ini adalah pesan moral untuk tidak mereduksi kehormatan yang diberikan oleh perilaku ego sektoral, jiwa korsa sempit dan sikap-sikap primitif lainnya, yang dapat merusak kehormatan TNI, kehormatan pimpinan TNI dan kehormatan Korps Paskhas itu sendiri.

Jenderal TNI Moeldoko juga menyampaikan, guna mewujudkan upaya TNI yang profesional, militan dan solid, yang merupakan modal dalam membangun kekuatan kerakyatan, sebagaimana moto �Bersama Rakyat TNI Kuat�.

"TNI akan melakukan penyempurnaan dan penguatan 4 sektor pokok guna mendongkrak kinerja TNI dalam pelaksanaan tugas, yaitu Pertama, mengeliminasi kebijakan, perilaku, sikap dan tindakan yang cenderung ego sektoral. Kedua, membangun kemampuan TNI berdasarkan interoperability based capacity. Dalam kaitan ini, Panglima TNI tekankan bahwa interoperability tidak didefinisikan secara sempit hanya pada substansi kecil," katanya.

Ketiga, penguatan Bais TNI menuju penguatan kebutuhan intelijen Trimatra Terpadu, baik kebutuhan Intelijen Darat dan Intelijen Kemaritiman, maupun Intelijen Udara, termasuk kebutuhan intelijen dalam pembinaan sosial kemasyarakatan, guna mendukung kebutuhan operasional satuan di jajaran TNI.

Keempat, penguatan Kodiklat TNI agar menjadi sumber dalam peletakan dasar-dasar pendidikan dan latihan di jajaran TNI, yang berorientasi pada trimatra interoperability based capacity, serta penguatan kultur TNI, yang berjatidiri Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional, yang searah dengan Reformasi Internal TNI.
Read more »
Posted by 04.19

Panglima TNI Pantau Pengamanan KTT APEC

http://image.metrotvnews.com/bank_images/galeri/8204_18232.jpg

http://image.metrotvnews.com/bank_images/galeri/8204_18231.jpg

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (tengah) didampingi Kasal Laksamana TNI Marsetio (kiri) , Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo (2 kiri) dan Panglima Komando Gabungan Pengamanan (Pangkogabpam) APEC 2013 Letjen TNI Lodewijk F. Paulus serta para Pejabat Mabes TNI dan Angkatan, mengunjungi prajurit TNI yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Pengamanan (Kogasgabpam), yang sedang melaksanakan tugas dalam misi pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik atau Asia-Pacific Economic Coorperation (KTT APEC) 2013 di Bali, Minggu (6/10).
Read more »
Posted by 05.08

Panglima TNI Meminta Intelijen Ubah Cara Berpikir

http://assets.jaringnews.com//3/2013/07/24/73e18fb5b63ec7b55b5bc6d269cf753f_1.jpg

Panglima TNI mengatakan bahwa segenap insan intelijen, lebih khusus kepada perwira intelijen Bais TNI untuk meninggalkan paradigma lama intelijen, yang masih melekat di dalam benak dan pikiran para perwira. "Buang cara berpikir flat, yang hanya berpikir rutinitas dalam pelaksanaan tugas. Sebaliknya para insan intelijen harus merubah cara berpikir, bahkan harus berani berpikir radikal, sebagaimana radikalnya ancaman yang berkembang saat ini".

Jenderal Moeldoko menekanan, agar intelijen menggunakan dan kembangkan pendekatan smart power dengan mengedepankan soft power dan dalam tugas-tugas intelijen, melalui optimalisasi dialog dan komunukasi dua arah, karena sejatinya pada saat ini intelijen bukanlah sosok yang menyeramkan dan misterius.  "Sesuai dengan makna dasar intelligent adalah kecerdasan, yang pada dasarnya dituntut bekerja sesuai dengan norma-norma ilmiah dan etika, sehingga diperoleh data yang reliable, dengan demikian seseorang intelijen seharusnya adalah sosok yang cerdas dalam menjalankan tugasnya," tambahnya.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa intelijen tidak bisa menahan keterbukaan informasi, dan tidak bisa mengendalikan komunikasi. Dalam kaitan tersebut, Bais TNI harus mengembangkan pendekatan dialog dan komunikasi pada setiap pelaksanaan tugas. Komunikasi memainkan peran signifikan dalam mencapai resolusi konflik, ketidakpercayaan, kecurigaan, serta permusuhan yang terjadi di masyarakat. Keberhasilan menyelesaikan perselisihan diklaim sebagai keberhasilan komunikasi.

"Kemampuan menyatukan beragam pemikiran kedalam keterikatan pemahaman yang sama, juga dikatakan sebagai keberhasilan komunikasi dari sebuah operasi intelijen penggalangan. Cara kerja yang cermat dan mendalam, kualitas berpikir yang cerdas, tajam dan akurat dalam menganalisa, serta kinerja yang semakin meningkat, harus menjadi ciri utama Badan Intelijen Strategis TNI, yang bekerja berlandaskan tugas pokok TNI dan dua tugas OMP, serta empat belas tugas OMSP yang diamanatkan oleh undang-undang," jelas Moeldoko.

Pada akhir amanatnya Panglima TNI mengucapkan selamat bertugas bagi pejabat baru, agar membangun kerjasama komunitas intelijen nasional, termasuk kerjasama dengan media massa.

"Karena kerjasama intelijen dan media massa merupakan cara terbaik dalam rangka membangun dialog dan komunikasi, untuk menerapkan fungsi penggalangan terhadap rakyat dan objek lainnya dengan menggunakan pendekatan secara cerdas," katanya. Hadir dalam upacara tersebut, diantaranya Kasum TNI, Irjen TNI, Aspers Panglima TNI, para pejabat di lingkungan Mabes TNI dan Angkatan, serta Kapuspen TNI.
Read more »
Posted by 07.29

Panglima TNI Tinjau Latihan Demo Gabungan TNI Di Mako Marinir Cilandak

http://www.marinir.mil.id/images/Berita/2013/9_September/panglimatnitinjaukesiapandemogabtni2.jpg

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko meninjau kesiapan Tim Demo Gabungan TNI dalam rangka HUT TNI ke-58 di Bhumi Marinir Cilandak,Kesatrian Hartono Cilandak, Jakarta Selatan, Jum�at (27/09/2013)

Sebelum menyaksikan secara langsung latihan demonstrasi gabungan TNI, Panglima TNI beserta rombongan melaksanakan Sholat Jum�at di Masjid Al-Iqlas Marinir Cilandak dan makan siang bersama dengan para prajurit yang terlibat Demonstrtasi Gabungan TNI di lapangan tembak Marinir Jusman Fuger Cilandak.Tim demontrasi gabungan TNI yang terdiri dari prajurit-prajurit terbaik Angkatan Darat, Angkatan Laut serta Angkatan Udara ini memperagakan berbagai macam Demonstrasi keterampilan antara lain senam perahu karet dan senam balok, kolone senapan, terjun payung, sertamenembak cepat dan tepat oleh pasukan khusus dari tiga angkatan, Den 81, Denjaka, dan Den Bravo. Rencananya kegiatan tersebut akan memeriahkan Hari Ulang Tahun TNI ke-58 mendatang.

Panglima TNI merasa bangga dan puas usai menyaksikan demonstrasi yang ditampilkan oleh prajurit gabungan TNI tersebut, setelah bersusah payah dengan mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk penampilan terbaik ini.Turut hadir dalam acara tersebut Kasal Laksamana TNI DR. Marsetio, Kasum TNI Marsdya Boy Sahril Qamar, Asops Panglima TNI Didit Ashaf Herdiawan, Pangarmabar Laksda TNI Bambang Wahyudi, Dankormar Mayjen TNI (Mar) A. Faridz Washington dan seluruh pejabat teras Kormar dan Pasmar-2.
Read more »
Posted by 04.42

Panglima TNI Minta Prajurit untuk Militan dan Solid

http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/jenderal-tni-moeldoko-_130821153934-759.JPG

Panglima TNI Jenderal Moeldoko meminta semua prajurit di Tanah Air harus militan dan solid selama menjalankan tugas serta benar-benar memanfaatkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang sudah memadai. "Sejumlah alat baru sudah disiapkan, sehingga prajurit harus militan dan profesional memanfaatkannya. Prajurit juga solid menjaga keutuhan TNI," ujarnya seusai pelaksaan apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan KTT APEC 2013 Bali di Lapangan Makodam V/Brawijaya Surabaya, Kamis (26/9).

Pihaknya juga mengatakan tidak lama lagi bangsa ini menghadapi dua kegiatan akbar. Yakni KTT APEC di Bali pada awal bulan depan, serta Pemilu 2014. Ia berpesan agar selama pelaksanaan agenda tersebut, prajuritnya siap dan bersama rakyat menjaga keamanan serta ketertiban.

Menurut dia, dalam menghadapi tugas-tugas tersebut TNI sudah memiliki pedoman yakni bisa memosisikan diri di masyarakat dan menjalankan sesuai tugas dan aturan. "TNI bertugas untuk negara dan akan kuat bersama rakyat. Pada dasarnya masyarakat menginginkan damai dan sejahtera. Sehingga siapapun yang tidak ingin bangsa ini damai, TNI harus berada di barisan terdepan menindaknya," katanya.

Sedangkan dalam konteks kesejahteraan rakyat, lanjut dia, tentara memiliki tugas mulia dan kemampuan dalam bentuk skema kerja bersama masyarakat. Seperti penanggulangan bencana dan pendampingan membangun rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu. "Saya ingin TNI memiliki kesiapsiagaan tinggi yang bisa kapan dan di mana saja membantu negara. Kalau tidak, bangsa ini yang repot," kata dia.

Sementara itu, untuk alat utama sistem persenjataan, TNI baru saja menerima enam pesawat tempur Sukhoi SU-30MK2 untuk memperkuat jajaran TNI-AU. Dengan demikian, total jumlah pesawat tempur Sukhoi yang dimiliki TNI-AU sebanyak 16 unit atau satu skuadron. "Syukurlah kali ini pesawat tempur Sukhoi sudah satu skuadron. Diharapkan ke depan akan ada lagi pembelian jenis SU-35 karena lebih canggih. Semoga perekonomian bisa semakin membaik, sehingga negara bisa membeli alutsista sebagai penguatan NKRI," kata Moeldoko.
Read more »
Posted by 23.21