Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Kapal Perang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapal Perang. Tampilkan semua postingan

KRI Teluk Parigi-539 Sebarkan Prajurit TNI di Pulau Terluar Papua

http://www.tnial.mil.id/Portals/0/Gallery/Album/1/KRI_TELUK_SIBOLGA_536.jpg

KRI Teluk Parigi 539 bertolak ke pulau-pulau terluar di wilayah Papua yang berbatasan dengan Papua Nugini setelah sebelumnya melaksanakan rotasi Satuan Tugas Pengamanan Pulau-pulau Terluar (Pamputer) di Pulau Marore, Miangas, serta Marampit, Sulawesi Utara.

Kepala Dispen Kolinlamil Letkol Laut KH Heddy Sakti, di Jakarta, Rabu, mengatakan di pulau-pulau tersebut KRI Teluk Parigi-539 telah melaksanakan rotasi pasukan TNI yang tergabung dalam Satgas Pengamanan Pulau terluar yang berbatasan dengan negara tetangga di Wilayah Indonesia Timur.

"Rotasi pasukan itu meliputi debarkasi Satgas Pamputer menggantikan Satgas lama yang sudah purna tugas, setelah sekitar enam bulan menjaga dan mengamankan pulau tersebut, serta peralatan dan perlengkapan yang dipergunakan mendukung penugasan," katanya kepada Antara.

Di Pulau Marore, kata dia, KRI Teluk Parigi-539 debarkasi 10 prajurit marinir dan 11 prajurit TNI AD, di Pulau Miangas menurunkan 10 prajurit marinir dan 10 prajurit TNI AD, serta di Pulau Marampit menurunkan 10 prajurit marinir dan 11 prajurit TNI AD.

Kapal perang TNI AL di bawah jajaran Komando Lintas laut Militer (Kolinlamil) itu, kata Heddy, tengah bersandar di Dermaga Bitung, Sulawesi Utara, untuk melaksanakan pembekalan ulang guna melanjutkan operasi dukungan Pamputer ke wilayah Papua.

Menurut Komandan KRI Letkol Laut (P) Rachmat Arief Bintoro, usai bekal ulang di Bitung, rencananya pada Rabu sore, Kapal perang Angkut Tank tipe Frosch ini akan bertolak dari Bitung menuju Papua untuk melakukan rotasi prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Pengamanan Pulau terluar, di antaranya Pulau Biak, Pulau Fani, Pulau Bras, serta Pulau Fanildo.

"KRI Parigi akan segera melakukan pamputer di wilayah Papua," katanya.
Read more »
Posted by 06.22

Kapal Pendarat Tank Leopart Diproduksi PT PAL

https://fbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/1380435_441429162644058_764727780_n.jpg

Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Samsoedin mengatakan, Kementerian Pertahanan sedang menyiapkan Landing Shift Tank (LST) atau kapal pendarat tank untuk mengangkut tank besar yang akan dimiliki Indonesia. Kapal pengangkut tank itu kini sedang dibangun oleh industri pertahanan dalam negeri. "PT PAL yang membuatnya," kata Sjafrie seusai berbicara di Simposium Ketahanan Nasional di Universitas Paramadina, Jakarta, Kamis, 26 September 2013.

LST bikinan PT PAL, kata Sjafrie, disebut mampu mengangkut 10 unit tank besar seperti Leopard 2A4 sekali jalan. Dengan kemampuan itu, Kementerian Pertahanan yakin 40 unit Leopard 2A4, 63 unit Leopard 2 Revolusion, dan 50 unit Tank Marder 1A3 ukuran menengah, dan 10 Tank Pendukung mampu didistribusikan secara lancar ke beberapa wilayah Indonesia. "Akhir 2014 kapal bikinan PT PAL sudah siap," kata Sjafrie.

Masyarakat, kata Sjafrie, juga tak perlu khawatir soal bobot tank Leopard yang dianggap bakal merusak jalan raya Indonesia. Leopard 2A4, misalnya, yang berbobot 62 ton disebut bakal merusak jalanan aspal wilayah Indonesia. "Jalan kelas negara tahan dengan beban lebih lebih dari 62 ton," kata Sjafrie.

Selain menjamin jalan Indonesia cukup kokoh untuk dilewati Leopard, Sjafrie yakin tank besar itu tak akan menemui masalah ketika terjun di wilayah Indonesia. Kementerian Pertahanan, kata Sjafrie, sudah menyiapkan akses-akses khusus untuk tank-tank besar macam Leopard 2A4.

Saat ini, Indonesia sudah menerima 2 unit Leopard 2A4 dan 2 unit Marder. Empat tank itu merupakan bagian dari 163 unit tank yang dibeli Indonesia dari Pemerintah Jerman dengan total biaya senilai US$ 280 juta.
Read more »
Posted by 07.31

Jelang APEC, Kawasan Bali Dijaga 15 Kapal Perang dan 16 Jet Tempur Sukhoi Indonesia

http://data.seruu.com/images/thumbs/article/2013/08/02/kapal-perang-tni-al.jpg

Seluruh perairan di Provinsi Bali telah dijaga 15 kapal perang untuk pengamanan laut menjelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Negara Asia Pasifik (KTT APEC) di Nusa Dua, Bali, 1-8 Oktober 2013. "Untuk pengamanan laut ada 15 kapal yang digelar," kata Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko usai memimpin apel Gelar Pasukan Pengamanan Gabungan Kesiapan Menjelang KTT APEC di Denpasar, Kamis (26/9/2013).
   
Menurut dia, selain mengerahkan kapal perang, TNI juga menyiagakan pesawat tempur jenis F-16 di Pangkalan Udara Ngurah Rai dan 16 pesawat Sukhoi dan M-17 di Pangkalan Udara Hassanudin, Makassar. Pengamanan di perairan Pulau Dewata tersebut untuk mengantisipasi gangguan keamanan yang dikhawatirkan masuk melalui jalur laut.
   
Meski demikian, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu menyatakan bahwa situasi keamanan di Pulau Bali saat ini masih kondusif dan terkendali. "Belum ada (gangguan) saat ini, belum perlu dikhawatirkan," ujar jenderal dengan bintang empat di pundaknya itu. TNI, kata Meoldoko, bekerja sama dengan aparat kepolisian dengan mengerahkan 11 ribu personel untuk mengamankan pelaksanaan KTT APEC yang dijadwalkan dihadiri 21 kepala negara itu.
   
Petugas tersebut tak hanya dari Bali dan pusat, tetapi juga didukung oleh petugas TNI dan Polri dari Jawa Timur yang sewaktu-waktu bisa dikerahkan ke Pulau Dewata membantu pengamanan KTT APEC. Selain mengerahkan personel dan peralatan keamanan, TNI juga telah siap mengantisipasi adanya gangguan keamanan yang bisa saja mengancam keselamatan kepala negara yang hadir dalam konferensi internasional tersebut.

"Kami dalam posisi siaga. Sepanjang itu ada ancaman keselamatan kepala negara, ada prosedur tetap yang tegas," tambahnya. Rencananya TNI dan Polri akan bersiaga penuh hingga tiga hari setelah pelaksanaan KTT APEC yang berlangsung di kawasan "Bali Tourism Development Corporation" (BTDC) Nusa Dua.
Read more »
Posted by 07.14

Dua Kapal Perang Thailand Tinggalkan Indonesia

http://www.tnial.mil.id/Portals/0/News/SEREMONIAL/september2013/190913%20kaprang%20thailand%20tolak.jpg

Dua Kapal Perang milik Angkatan Laut Thailand HTMS Sukhothai FSGM 422 dengan HTMS Khirirat PF 6, setelah sepuluh hari lamanya menyelenggarakan latihan bersama TNI AL dalam wadah Join Exercise Sea Garuda 17 AB/13. Rabu sore (18/9/2013), tolak dari Dermaga Madura Timur Ujung Surabaya, menuju negara asalnya.

�Latihan bersama antara Angkatan Laut Thailand dan TNI AL - khususnya dengan kekuatan Kapal Perang milik Armada RI Kaswasan Timur yang dinamai Join Exercise Sea Garuda 17 AB/13 untuk sementara selesai dan tidak menutup kemungkinan kami akan datang kembali ke Indonesia untuk menyelenggarakan latihan-latihan seperti ini, dan tidak lupa mengucapkan terimakasih banyak atas segala yang telah diberikan kepada kami hingga latihan ini bisa berjalan dengan penuh kesuksesan,� ungkap Commander Pusit Kirdnaimongcol yang mengomandoi HTMS Sukhothai FSGM 422 disela-sela keberangkatannya.

Keberangkatan ke dua Kapal Perang HTMS Sukhothai FSGM 422 dan dilepas langsung oleh Asops Danlantamal V Kolonel Laut (P) Irvansyah beserta Staf. Serta turut hadir Dansatkat Armatim, Dan KRI Hasanudin, Dan KRI AHP, Dan KRI Pandrong, Kadispotmar Lantamal V, Kadissyahal Lantamal V serta Kadisang Lantamal V.
Read more »
Posted by 09.45